Demam adalah respons tubuh terhadap infeksi atau penyakit tertentu. Sakit maag, atau gastritis, adalah kondisi di mana dinding lambung meradang. Sementara gejala utama sakit maag biasanya terkait dengan pencernaan, seperti nyeri perut atau mual, pertanyaan yang sering muncul adalah apakah maag bisa menyebabkan demam. 

Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan pengertian demam, penyebab dan gejala sakit maag, hubungan antara keduanya, serta apakah maag dapat secara langsung menyebabkan demam.

1. Pengertian Demam

Demam adalah kondisi di mana tubuh mengalami peningkatan suhu yang signifikan di atas rata-rata normal. Suhu normal tubuh manusia berkisar antara 36,5°C hingga 37,5°C. Demam seringkali merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi atau peradangan. 

Ketika tubuh terpapar oleh bakteri, virus, atau zat asing lainnya, sistem kekebalan tubuh akan merespons dengan meningkatkan suhu tubuh untuk membantu melawan infeksi.

2. Penyebab dan Gejala Sakit Maag

Sakit maag terjadi ketika dinding lambung meradang. Ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk infeksi bakteri Helicobacter pylori, konsumsi obat tertentu, stres, dan pola makan yang tidak sehat. Gejala umum sakit maag meliputi:

  • Nyeri atau ketidaknyamanan di perut, terutama di daerah ulu hati.
  • Mual atau muntah.
  • Perut kembung atau mulas.
  • Gangguan pencernaan seperti sembelit atau diare.
  • Perasaan terbakar di dada atau rasa pahit di mulut (gejala refluks asam).

3. Hubungan Antara Sakit Maag dan Demam

Meskipun demam tidak dianggap sebagai gejala utama sakit maag, hubungan antara keduanya bisa terjadi dalam beberapa kasus. Ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor:

  • Infeksi: Jika penyebab sakit maag adalah infeksi bakteri atau virus, seperti Helicobacter pylori, maka demam bisa terjadi sebagai respons tubuh terhadap infeksi. Namun, demam biasanya tidak menjadi gejala utama pada sakit maag yang disebabkan oleh infeksi.
  • Komplikasi: Beberapa komplikasi dari sakit maag, seperti ulkus lambung yang terinfeksi atau perdarahan internal, dapat menyebabkan demam sebagai bagian dari respons tubuh terhadap kondisi yang serius.
  • Penyebab Sekunder: Dalam beberapa kasus, demam bisa disebabkan oleh kondisi lain yang mendasari atau berhubungan dengan sakit maag. Misalnya, seseorang dengan sakit maag yang parah dapat mengalami demam sebagai respons terhadap peradangan atau infeksi yang terkait.

4. Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Meskipun demam jarang menjadi gejala utama sakit maag, beberapa komplikasi dari sakit maag yang serius dapat menyebabkan demam. Komplikasi ini termasuk:

  • Perforasi Lambung: Peradangan yang parah atau luka pada dinding lambung dapat menyebabkan perforasi atau lubang pada lambung. Ini bisa menyebabkan demam sebagai respons terhadap infeksi atau peradangan yang terjadi.
  • Perdarahan Internal: Ulkus lambung yang terinfeksi atau pecah dapat menyebabkan perdarahan internal. Perdarahan ini dapat menyebabkan demam sebagai respons terhadap kehilangan darah dan peradangan di dalam tubuh.

5. Pengobatan dan Penanganan

Jika seseorang mengalami demam yang terkait dengan sakit maag atau komplikasi yang terkait, pengobatan dan penanganan tergantung pada penyebab dan keparahannya. Ini bisa mencakup:

  • Pengobatan Antibiotik: Jika infeksi bakteri seperti Helicobacter pylori menyebabkan sakit maag, pengobatan antibiotik mungkin diperlukan untuk menghilangkan infeksi.
  • Pengendalian Asam Lambung: Obat-obatan yang mengurangi produksi asam lambung atau melapisi dinding lambung (antiasam) dapat membantu mengurangi gejala sakit maag dan mencegah komplikasi.
  • Perawatan Supportif: Jika seseorang mengalami demam sebagai bagian dari respons tubuh terhadap sakit maag atau komplikasi, perawatan supportif seperti istirahat yang cukup, hidrasi yang baik, dan pengobatan untuk mengurangi demam mungkin diperlukan.

6. Pencegahan Sakit Maag dan Komplikasi Terkait

Untuk mencegah sakit maag dan komplikasi terkait yang mungkin menyebabkan demam, langkah-langkah pencegahan berikut dapat diambil:

  • Menerapkan Pola Makan Sehat: Hindari makanan pedas, asam, berlemak, dan bersoda yang dapat merangsang produksi asam lambung dan memperburuk gejala sakit maag.
  • Menghindari Pemicu Sakit Maag: Hindari stres berlebihan, merokok, dan konsumsi alkohol yang dapat meningkatkan risiko terjadinya sakit maag.
  • Melakukan Pengobatan Sesuai Petunjuk: Jika seseorang telah didiagnosis dengan sakit maag, penting untuk mengikuti pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter dan menghindari penghentian obat secara tiba-tiba tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Artikel lainnya:

Hubungan Asam Lambung dengan Meriang kurang Enak Badan

Kesimpulan

Demam jarang menjadi gejala utama sakit maag, tetapi hubungan antara keduanya bisa terjadi dalam beberapa kasus, terutama jika demam disebabkan oleh infeksi atau komplikasi terkait sakit maag. 

Meskipun demam bukan gejala khas sakit maag, penting untuk memahami bahwa komplikasi serius dari sakit maag dapat menyebabkan demam sebagai bagian dari respons tubuh terhadap kondisi yang serius. 

Jika seseorang mengalami demam yang terkait dengan sakit maag atau komplikasi terkait, penting untuk mencari bantuan medis untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. 

Selain itu, langkah-langkah pencegahan seperti mengikuti pola makan sehat dan menghindari pemicu sakit maag dapat membantu mencegah terjadinya demam yang terkait dengan sakit maag dan komplikasinya.

About the Author

Rizkiawan Candra

Karena nikmat sehat itu sangat penting, maka saya akan berbagi tips kesehatan dengan mencurahkannya berupa tulisan artikel yang diharapkan menjadi manfaat untuk semua.

View All Articles