Apa itu GERD ? — Penyakit asam lambung naik atau sering disebut GERD adalah sebuah penyakit yang menyerang organ pencernaan.

Proses terjadinya GERD?

Saat asam lambung memiliki aktivitas tidak normal seperti asam lambung yang seharusnya berada di lambung, tapi naik ke kerongkongan, kondisi ini bisa menimbulkan keluhan seperti dada terbakar (heartburn), nyeri ulu hati, hingga kembung.

Aktivitas tidak normal dari asam lambung ini bisa dialami oleh siapa saja, dari kalangan muda hingga lansia. Itu sebabnya penting sekali bagi kita untuk tahu latar belakang dan solusi dari penyakit ini.

Mengapa GERD Bisa Terjadi?

GERD adalah kondisi asam lambung yang naik ke kerongkongan (refluks asam lambung). Hal ini dikarenakan otot kerongkongan bagian bawah (otot sfingter esofagus) melemah.

Setelah makanan turun ke lambung, otot sfingter esofagus ini akan menutup saluran kerongkongan secara otomatis. Tapi apabila otot sfingter esofagus ini lemah (tidak menutup) maka cairan asam lambung akan naik ke rongga kerongkongan dan menyebabkan banyak keluhan.

Lalu, mengapa otot sfingter esofagus melemah dan tidak bisa menutup secara sempurna?

Beberapa kebiasaan ini bisa menjadi penyebab otot sfingter esofagus melemah:

makan_berlebihan
makan berlebihan (sumber: canva)

1. Makan Berlebihan atau Sampai Kenyang

Kebiasaan buruk yang sering kali dilakukan oleh anak zaman sekarang adalah skip sarapan. Skip sarapan akan membuat rasa lapar kita menjadi berkali-kali lipat di siang hari. Rasa lapar yang berkali-kali lipat di siang hari ini akan mendorong kita untuk makan berlebihan karena sudah merasa “terlalu lapar”.

Akibatnya, kita merasa ingin makan apa saja dalam porsi yang besar seperti makan makanan pedas, manis, asam, ataupun makanan cepat saji lainnya yang termasuk ke dalam makanan tidak sehat. Setelah itu, kita menjadi kekenyangan dan perut dalam kondisi penuh.

Padahal, makan dalam porsi yang besar atau makan berlebihan dalam satu waktu bisa membuat otot sfingter esofagus menjadi lemah.

Otot sfingter esofagus yang melemah ini tidak bisa menutup dengan benar sehingga membuka jalan bagi asam lambung atau makanan untuk kembali naik ke kerongkongan. Itu sebabnya bagi penderita GERD sangat disarankan untuk makan saat mulai merasa lapar dan berhenti makan sebelum merasa kekenyangan. Yang terpenting, tidak skip sarapan.

2. Jajanan Pedas, Asam, dan Berminyak

Siapa yang tidak menyukai atau mengenal makanan dengan rasa pedas, asam, dan berminyak? Makanan ini sering kali kita jumpai dan banyak diminati oleh seluruh kalangan. Meskipun sangat berpengaruh terhadap asam lambung, tidak bisa dipungkiri kalau makanan tersebut sangat menggugah selera.

Tapi di sisi lain, makanan pedas, asam, dan berminyak termasuk makanan yang memiliki rasa kuat. Makan makanan dengan rasa pedas, asam, dan minyak berlebihan bisa membuat otot sfingter esofagus melemah. Makanan jenis ini juga bisa membuat produksi asam lambung meningkat. Itu sebabnya makanan pedas, asam, dan berminyak harus dihindari oleh penderita asam lambung.

3. Stres

Kondisi yang sering kali dialami oleh seseorang dan sangat sulit dikontrol adalah stres. Stres bisa disebabkan oleh macam-macam faktor, baik dari pekerjaan atau tuntutan hidup lainnya. Itu sebabnya penting untuk mengelola stres karena stres bisa berpengaruh terhadap otot sfingter esofagus.

Stres yang dialami oleh seseorang bisa membuat produksi asam lambung meningkat sehingga memperburuk gejala GERD. Apabila kita mengalami stres, fungsi otot sfingter esofagus menurun, sehingga memungkinkan terjadinya refluks asam lambung.

4. Kebiasaan Merokok dan Minum Alkohol

Kebiasaan merokok dan minum alkohol sangat erat kaitannya dengan penyakit asam lambung atau GERD. Di dalam rokok mengandung nikotin yang bisa membuat otot polos di dalam tubuh mengendur. Itu sebabnya merokok bisa membuat sfingter esofagus menjadi rileks.

Rileksnya sfingter esofagus ini membuat asam lambung berisiko naik ke kerongkongan atau refluks asam lambung. Selain merokok, minuman beralkohol juga bisa melemahkan otot sfingter esofagus yang akan berdampak pada timbulnya sensasi dada seperti terbakar.

Beberapa kebiasaan buruk di atas, sangat erat kaitannya dengan generasi milenial. Itu sebabnya generasi milenial sangat rentan mengalami masalah GERD yang ditandai dengan dada seperti terbakar (heartburn), jantung berdebar, nyeri ulu hati, dan perut terasa perih.

Mengatasi GERD secara Alami dan Medis

Saat GERD kambuh, bisa diberikan dua jenis solusi dan pertolongan, yaitu pertolongan alami yang bisa dilakukan sendiri oleh penderita dan pertolongan oleh bantuan medis.

Solusi Mengatasi GERD Secara Alami

1. Menghindari Makanan Pemicu GERD

Makanan yang perlu dihindari untuk mengatasi GERD adalah makanan berasa asam, pedas, berminyak, dan berlemak. Selain makanan, minuman beralkohol, berkafein, dan bersoda juga perlu dihindari.

2. Konsumsi Serat Tinggi

Serat bisa membantu pencernaan kita untuk lebih lancar dan sehat. Makanan yang mengandung serat adalah sayur dan buah-buahan. Tapi bagi penderita asam lambung juga perlu memilih buah-buahan atau sayuran yang aman dikonsumsi.

3. Atur Porsi Makan

Penderita GERD sebaiknya tidak makan dalam porsi yang besar. Anda bisa coba untuk makan lima atau enam porsi kecil dalam sehari.

4. Makan Secara Perlahan dan Jangan Makan Sebelum Tidur

Penderita GERD sebaiknya jangan makan terburu-buru. Selain itu, sebaiknya Anda berhenti makan dua atau tiga jam sebelum tidur.

5. Minum Ramuan Kunyit

Cara mengatasi asam lambung juga bisa dengan minum ramuan kunyit. Untuk mendapatkan manfaat ramuan kunyit ini, Anda bisa mengonsumsi kunyit dengan mengambil sari kunyit, membuat teh kunyit, atau mengonsumsi suplemen kunyit.

Solusi Mengatasi GERD dengan Bantuan Medis

1. Minum Obat

GERD bisa diatasi dengan konsumsi obat yang biasanya diresepkan oleh dokter, seperti:
– Antasida
– Antagonis reseptor H2
– Prokinetik
– Sucralfate
– Penghambat Pompa Proton

2. Terapi Tambahan

Terapi tambahan bisa dilakukan apabila GERD sudah menyebabkan komplikasi seperti striktur esofagus, barrett’s esophagus, dan asma.

3. Terapi Endoskopi

Terapi endoskopi bisa dilakukan untuk membantu mengatasi GERD. Terapi endoskopi yang sudah dikembangkan ini seperti radiofrequency ablation, endoscopic suturing, dan endoscopic implantation.

4. Pembedahan

Terapi bedah biasanya dilakukan oleh penderita GERD yang gagal dengan terapi obat-obatan. Salah satu prosedur terapi bedah yang direkomendasikan adalah dengan mengencangkan kembali sfingter.

Saat mengalami GERD yang belum kronis maka seharusnya dapat ditangani penderita secara mandiri, namun GERD kronis tidak bisa kompromi, alangkah baiknya untuk langsung mendapat pertolongan medis.

Selalu perhatikan bagaimana cara Anda hidup, jaga pola makan, istirahat yang cukup, olahraga teratur saat ada waktu. Dengan perhatian secara menyeluruh maka GERD dapat dihindari.

Sekain semoga memberikan pencerahan!



About the Author

Sapfa Rista Monika

Kesehatan merupakan hal yang paling berharga. Sebagai seseorang yang memiliki minat besar di dunia literasi, saya senang berbagi informasi kesehatan melalui tulisan yang bermanfaat.

View All Articles