Asma merupakan salah satu masalah yang terjadi pada paru-paru, menyebabkan pengidapnya kesulitan bernapas. Gangguan asma  memang ditandai dengan sesak napas, tapi sesak napas tidak selalu disebabkan oleh asma, lho!

Lantas, apa perbedaan asma dan sesak napas?

Asma dan sesak napas sering kali diartikan sama karena seseorang yang memiliki penyakit asam cenderung mengalami sesak napas. Padahal, kedua kondisi ini cukup berbeda.

Untuk menjawab pertanyaan seputar, apa perbedaan asma dan sesak napas, mari kita ulas satu per satu terkait asma ataupun sesak napas.

Apa itu asma?

Asma merupakan masalah yang terjadi pada paru-paru, sehingga penderitanya mengalami kesulitan bernapas, akibat dari peradangan dan penyempitan saluran pernapasan. Asma juga ditandai dengan mengi, batuk-batuk, dan nyeri pada dada.

Gejala asma ditandai dengan:

  • Sesak napas.
  • Sesak dada.
  • Batuk saat malam hari atau dini hari.
  • Suara siulan saat bernapas (mengi).

Asma dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya bakteri yang berasal dari debu. Selain itu, terdapat faktor risiko lain yang memicu penyakit asma, seperti:

  • Rokok.
  • Udara dingin.
  • Bulu binatang.
  • Infeksi virus.
  • Paparan zat kimia.
  • Infeksi paru-paru dan saluran napas bagian atas.
  • Pekerjaan tertentu, seperti tukang las, kayu, atau pekerja pabrik.
  • Alergi makanan.

Apabila terjadi serangan asma, maka terdapat pertolongan pertama asma yang dapat dilakukan, seperti:

  • Duduk tegak.
  • Semprot inhaler untuk asma, maksimal 10 semprotan setiap 30 hingga 60 detik.
  • Tunggu hingga 4 menit (apabila tidak terdapat perbedaan, segera hubungi ambulans).
  • Anda dapat melakukan langkah ini hingga ambulans tiba.

Itulah penjelasan mengenai penyakit asma. Untuk mengetahui perbedaan asma dan sesak napas, berikutnya mari kita bahas mengenai sesak napas.

Apa itu sesak napas?

asma beda dengan sesak napas

Sesak napas sendiri merupakan kondisi di mana seseorang kesulitan menghirup udara. Sesak napas juga menjadi salah satu gejala yang timbul karena kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit asma.

Sesak napas juga diartikan sebagai kondisi di mana penderitanya memerlukan oksigen, tapi oksigen tidak bisa didapatkan secara optimal. Bagi penderita sesak napas, dada terasa seperti seolah-olah menyempit.

Pada dasarnya, sesak napas bukan merupakan nama dari suatu penyakit, melainkan gejala dari gangguan kesehatan tertentu, salah satunya asma. Selain asma, sesak napas juga bisa menjadi pertanda gangguan kesehatan lainnya, seperti penyakit jantung, masalah paru-paru, ataupun masalah saluran pencernaan.

Baca:

Sesak Napas karena Asam Lambung Ketahui Penanganannya!

Gejala sesak napas ditandai dengan:

  • Tidak dapat menarik napas dalam-dalam.
  • Dada terasa nyeri.
  • Hirupan dan embusan napas terasa cepat.
  • Tenggorokan seperti tercekik.
  • Mual dan muntah.
  • Napas pendek-pendek.

Sesak napas dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

  • Obesitas.
  • Kebiasaan merokok.
  • Masalah paru-paru, ISPA, asma, dan pneumonia.
  • Menderita penyakit jantung.
  • Gangguan kecemasan.

Pertolongan pertama saat seseorang sesak napas, dapat dilakukan dengan:

  • Segera hubungi ambulans atau tim medis.
  • Periksa jalan napas sembari menunggu ambulans datang.
  • Longgarkan pakaian bagi penderita sesak napas.
  • Periksa barang bawaan penderita sesak napas.
  • Bantu penderita sesak napas untuk menggunakan inhaler apabila terdapat di dalam barang bawaannya.
  • Lakukan CPR apabila nadi dan jantung penderita sesak napas berhenti berdetak.
  • Jangan pindahkan tubuh penderita sesak napas agar tidak terjadi cedera.

Baca:

Titik Pijat Sesak Nafas Karena Batuk

Lantas, apa perbedaan asma dan sesak napas?

Berdasarkan ulasan tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa asma merupakan suatu penyakit, sementara sesak napas merupakan gejala dari suatu penyakit. Asma dapat menimbulkan gejala sesak napas, sementara tidak semua sesak napas terjadi karena asma.

Sesak napas tidak hanya dapat menjadi pertanda penyakit asma, melainkan penyakit jenis lainnya, seperti penyakit jantung, masalah paru-paru, ataupun masalah saluran pencernaan.

Apabila dilihat dari segi pertolongan pertama yang dapat dilakukan bagi penderita asma dan sesak napas saat kambuh, tidak terdapat perbedaan signifikan.

About the Author

Sapfa Rista Monika

I am part of a universe's storyteller who actualizes beauties through writing what I call art. As a person who has great interest in world of literacy, I love to share many things by writing in benefitness.

View All Articles