Siapa yang tidak mengenal mie instan? Selain karena kelezatan dan aroma yang menggugah selera, mie instan juga terkenal karena praktis. Tapi walaupun proses pembuatannya praktis, ternyata mie instan memakan waktu lama untuk dicerna tubuh, lho.

Berdasarkan data World Instant Noodles Association (WINA) 2023, konsumsi mie instan di Indonesia sebesar 14,26 miliar porsi di tahun 2022. Itu artinya, Indonesia menjadi negara terbesar kedua yang mengonsumsi mie instan setelah China, yaitu sebesar 45,07 miliar porsi.

Meskipun mie instan sangat menggugah selera, ternyata konsumsi mi instan berlebihan tidak baik untuk kesehatan tubuh karena proses pencernaan mi instan membutuhkan waktu yang sangat lama.

Lalu, Mie Instan Dicerna Berapa Lama?

Mie instan mengandung bahan-bahan kimia yang tidak baik untuk kesehatan tubuh bila dikonsumsi berlebihan. Selain itu, proses cerna mie instan di dalam tubuh juga membutuhkan waktu yang lama sehingga bisa mengganggu proses pencernaan.

Dikutip dari lifehack.org, ilmuwan bernama Dr. Kuo menggunakan obat berbentuk pil yang berisi kamera. Kemudian, pil tersebut dimasukkan ke dalam tubuh seseorang (relawan uji coba) yang mengonsumsi mie instan dan mie buatan rumah. Hasil rekaman menunjukkan kalau tekstur mi instan tetap utuh dalam waktu 2 jam. Sementara itu, mie buatan rumah terlihat mulai terurai di waktu yang sama.

Mie instan membutuhkan waktu 1-2 hari dalam proses pencernaan secara sempurna dan bisa dikeluarkan menjadi tinja.

Kira-kira, Apa yang Membuat Mie Instan Sulit Dicerna?

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan di atas, akan muncul pertanyaan kenapa mie instan sulit dicerna lambung?

Food and Drug Administration (FDA) mengungkapkan kalau mie instan sulit dicerna karena mengandung bahan pengawet bernama TBHQ. Pengawet ini termasuk ke zat aditif yang biasanya digunakan untuk pengolahan popcorn microwave. FDA juga memaparkan mengenai kandungan TBHQ yang tidak boleh lebih dari 0,02 persen dari kandungan minyak dan lemak.

Kandungan pengawet ini memang tidak langsung mematikan atau membuat pengonsumsi sakit, tapi zat ini memiliki dampak yang buruk untuk kesehatan seperti fungsi organ tubuh yang melemah dan timbulnya risiko penyakit kanker serta tumor.

Baca juga: Apakah Penderita Asam Lambung Boleh Makan Mi?

Bagaimana Cara Agar Mi Instan Cepat Dicerna?

Agar mi instan bisa cepat dicerna, Anda bisa minum air putih dalam jumlah yang banyak untuk membantu mempercepat proses pencernaan di dalam tubuh. Selain itu, air putih juga bisa membantu memecah makanan agar tubuh bisa mencernanya dengan baik. Jadi, apabila Anda makan mi instan di warung, lebih baik minum air putih daripada minum yang lainnya untuk mempercepat proses pencernaan tubuh.

Berapa Kali Makan Mi Instan yang Wajar?

Mie instan memang murah, praktis, dan lezat. Tapi mie instan tidak memiliki nutrisi yang baik untuk tubuh. Berdasarkan The Straits Times, seorang Profesor dari Harvard dan ahli diet Mount Elizabeth Hospital, Selow Vi Vien menjelaskan kalau konsumsi mie instan harus dibatasi, setidaknya satu sampai dua kali dalam seminggu.

Hal ini karena dalam satu bungkus mie instan mengandung 1.700 natrium. Jumlah natrium yang terkandung di dalam satu bungkus mie instan ini 85 persen lebih banyak dari jumlah asupan natrium harian yang dibutuhkan tubuh. Padahal, konsumsi natrium yang berlebihan bisa menyebabkan risiko tekanan darah tinggi hingga stroke meningkat.

Tapi apabila ada kondisi yang memaksa Anda untuk makan mie instan, sebaiknya mie instan dikonsumsi dengan tambahan sayur-sayuran agar tubuh tetap mendapatkan nutrisi, ya.

Meski demikian makan mie instan setiap hari akan membuat usus penuh menumpuk karena lamanya proses pencernaan. Hal itu akan membuat organ usus semakin kesulitan mencerna mie instan.

Mie instan memang murah, lezat, dan praktis, tapi mi instan tidak baik untuk kesehatan tubuh. 

Anda harus menerapkan pola hidup sehat untuk mendapatkan masa tua yang lebih baik, salah satunya dengan menghindari konsumsi makanan instan.

About the Author

Sapfa Rista Monika

Kesehatan merupakan hal yang paling berharga. Sebagai seseorang yang memiliki minat besar di dunia literasi, saya senang berbagi informasi kesehatan melalui tulisan yang bermanfaat.

View All Articles