Klasifikasi protein ternyata bisa dibedakan menjadi beberapa jenis yang didasarkan dari beberapa hal. Oleh karena itu, penyebutan nutrisi ini bisa berbeda-beda dan banyak sekali ragamnya.

Namun, sebelum membahas perihal di atas, apa itu protein?

Sama dengan karbohidrat, protein adalah salah satu zat gizi yang sangat penting untuk makhluk hidup karena berhubungan erat dengan proses kehidupan. Nama protein sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu proteus yang memiliki arti “yang pertama” atau “yang terpenting.

Menurut ahli kimia yang bernama Mulder, protein adalah susunan dalam tubuh yang terdiri dari nitrogen yang kemudian diberi nama protein. Masih sama dengan karbohidrat, protein juga masuk dalam sebuah zat yang bersifat organik.

Klasifikasi Protein

Protein dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok dan memiliki dasar yang berbeda-beda. Berikut ini adalah beberapa klasifikasi dari nutrisi ini yang harus kita ketahui:

1. Berdasarkan Fungsi Biologis

Menurut fungsi biologisnya, protein bisa dibedakan menjadi 7 kelompok, antara lain:

  • Protein Enzim

Jenis protein ini memiliki peran pada biokatalisator atau mempercepat suatu reaksi. Selain itu, juga memiliki sifat yang khas karena hanya bekerja dalam bagian tertentu saja. Contoh protein enzim adalah peroksidase, pepsin, dan polinukleotidase.

  • Protein Pengangkut

Sama seperti namanya, protein pengangkut memiliki tugas untuk membawa ion atau molekul tertentu dari sau organ ke organ lainnya melalui peredaran darah. Contoh dari protein pengangkut adalah hemoglobin dan lipoprotein.


Tubuh secara keseluruhan (sumber: canva)

  • Protein Struktural

Peran penting dari protein struktural adalah membentuk struktur sel jaringan dan juga memberi tenaga pada jaringan itu sendiri. Contoh dari protein struktural yaitu: elastin, fibrin, dan keratin.

  • Protein Hormon

Jenis protein ini dihasilkan oleh kelenjar endokrin dan membantu mangatur proses dari metabolisme dalam tubuh.

  • Protein Pelindung

Pada umumnya, protein terdapat dalam darah dan melindungi organisme yang ada. Caranya adalah dengan melawan serangan zat asing yang mungkin bisa masuk ke dalam tubuh.

  • Protein Kontraktil

Golongan protein ini mempunyai peran penting dalam proses gerak. Selain itu, juga memberi kemampuan pada sel untuk berkontraksi dan mengubah bentuk.

  • Protein Cadangan

Memiliki nama lain sebagai protein simpanan, merupakan protein yang dicadangkan untuk beberapa proses metabolisme yang mungkin masih terjadi.

2. Berdasarkan Komponen Penyusun

Klasfikasi protein yang selanjutnya adalah berdasarkan dari komponen penyusun protein itu sendiri. Pada poin ini, terdapat 2 jenis protein, di antaranya:

  • Protein Sederhana

Dalam protein sederhana hanya tersusun oleh asam amino. Sehingga hasil dari hidrolisirnya pun hanya akan diperoleh asam-asam amino juga berbagai penyusunnya. Contoh dari protein ini adalah albumin, globulin, histon, dan prolamin.

  • Protein Majemuk

Sedangkan dalam protein majemuk terusun dari protein sederhana dengan zat lain di luar protein. Zat lain ini pun memiliki sebutan, yaitu radukal protestik.

Contoh protein majemuk ialah phosprotein (gabungan dengan asam phostat), nucleoprotein (gabungan dengan asam nukleat), dan mukoprotein (gabungan dengan karbohidrat).

3. Berdasarkan Sumbernya

Penggolongan yang berdasarkan sumber ini merupakan protein yang paling umum dan masyarakat luas sering mendengarnya. Klasifikasi ini dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu:


Sumber protein (sumber: canva)

  • Protein Hewani

Jenis protein ini kita dapatkan dari beberapa bahan makanan yang berasal dari hewan. Contoh protein hewani adalah daging merah, ikan, telur, dan susu.

  • Protein Nabati

Sedangkan protein nabati biasa kita peroleh dari berbagai bahan makanan yang berasal dari tumbuhan. Protein nabati bisa kita dapatkan dengan mengonsumsi beberapa bahan makanan seperti jagung, kacang panjang, gandum, kedelai, dan sayur-sayuran.

Kesimpulan Klasifikasi Protein

Berdasarkan penjelasan di atas, klasifikasi protein bisa dibedakan menjadi beberapa kelompok yang berdasarkan dari hal yang berbeda-beda. Sebenarnya masih terdapat pengklasifikasian yang berdasar pada tingkat degradasinya, penyusun asam aminonya, dan struktur molekul.

Namun, ketiga poin di atas adalah hal yang paling umum untuk kita ketahui. Selain itu, untuk mendapatkan protein yang cukup, kita bisa mengonsumsi Nutriflakes.

Sebab, Nutriflakes menggunakan bahan alami seperti susu kambing etawa dan daun kelor yang merupakan sumber protein. Kedua bahan alami ini sangat baik untuk kesehatan. Sehingga Nutriflakes sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh dan sama sekali tidak memberikan efek yang buruk.

Baca Juga: Kandungan Susu Kambing Etawa Tidak Kalah dengan Susu Sapi

Demikian ulasan mengenai klasifikasi protein yang harus kita ketahui, semoga bisa berguna untuk kehidupan sehari-hari.

Nutriflakes, sumber nutrisi yang dibutuhkan tubuh!

About the Author

Yunita Isna Fauziyyah

Penulis yang senang berbagi informasi mengenai kesehatan, masalah pencernaan, problem solving, keadaan saat ini, dsb yang bermanfaat bagi masyarakat.

View All Articles