| Cara membaca label nutrisi yang benar dimulai dari takaran saji, bukan kalori. Semua angka di tabel berlaku per sajian, bukan per kemasan. Lanjutkan ke gula, daftar bahan, lalu klaim di depan kemasan, dan terakhir cek nomor izin edar BPOM. Bandingkan produk sejenis dengan takaran saji yang sama. |
Kemasan yang bertuliskan “tinggi serat”, “rendah gula”, atau “alami” memang menarik perhatian. Tetapi tulisan besar di depan hanyalah ringkasan yang dipilih produsen. Bukti sebenarnya ada di bagian belakang. Berikut cara membaca label nutrisi secara berurutan, dengan contoh yang berlaku untuk minuman serbuk dan sereal sarapan.
Daftar Isi Cara Membaca Label Nutrisi: Kenapa Bagian Belakang Lebih Penting Langkah 1: Takaran Saji dan Jumlah Sajian Langkah 2: Energi (Kalori) Langkah 3: Gula Langkah 4: Serat dan Protein Langkah 5: Daftar Bahan Langkah 6: Klaim Depan dan Izin Edar BPOM Sekilas Membaca %AKG dan Natrium Contoh: Membaca Label Minuman Serbuk Kesalahan yang Sering Terjadi Pertanyaan yang Sering Diajukan |
Cara Membaca Label Nutrisi: Kenapa Bagian Belakang Lebih Penting
Berdiri di depan rak minuman serbuk sambil bingung memilih adalah hal yang dialami banyak orang. Tulisan di depan kemasan terdengar sama-sama meyakinkan misalnya, tinggi serat, rendah gula, kaya protein, berbahan biji-bijian utuh. Begitu kemasan dibalik, muncul deretan istilah teknis seperti takaran saji, kalori, natrium, dan gula tambahan yang tidak selalu mudah dipahami. Akhirnya, pilihan sering jatuh pada kemasan yang tampil paling menjanjikan, bukan pada produk yang informasinya benar-benar Anda pahami.
Padahal, bagian depan kemasan memang dirancang untuk menonjolkan keunggulan produk. Angka dan komposisi yang bisa Anda periksa ada di bagian belakang, mengikuti ketentuan label pangan olahan yang diawasi BPOM. Di artikel ini, kami membahas lima hal yang bisa dicek dalam satu menit, dengan label Nutriflakes (30 g per sajian, 130 kcal, 9 g gula) sebagai contoh nyata.
Langkah 1: Takaran Saji dan Jumlah Sajian
Mulai dari sini, sebab seluruh angka pada tabel berlaku untuk satu sajian, bukan satu kemasan. BPOM juga menempatkan pengecekan takaran saji dan jumlah sajian per kemasan sebagai langkah pertama. Pada minuman serbuk, takaran saji biasanya dalam gram serbuk, bukan per gelas. Jadi bila satu kemasan 280 g dan satu sajian 30 g, isinya sekitar 9 sajian. Kalau Anda menghabiskan dua sajian sekaligus, semua angka di tabel digandakan.
Langkah 2: Energi (Kalori)
Setelah takaran saji, baru lihat energi. Angka kalori tanpa ukuran saji bisa menyesatkan. Bandingkan dua produk pada ukuran saji yang sama, atau hitung ulang ke dalam gram yang sama.
Langkah 3: Gula
Kementerian Kesehatan menganjurkan asupan gula tidak lebih dari 50 g per hari, atau sekitar empat sendok makan (Permenkes 30/2013, dirangkum Investortrust). Karena itu, ubah angka gula di label menjadi persentase dari batas tersebut. Gula 9 g per sajian berarti sekitar 18% dari batas harian.
Perhatikan juga apakah produsen mencantumkan gula total atau gula tambahan. Gula bisa berasal dari bahan itu sendiri dan dari yang ditambahkan saat produksi. Bila ada pemanis alami seperti gula aren, ia tetap dihitung sebagai gula.
Langkah 4: Serat dan Protein
Serat dan protein berguna sebagai pembanding antarproduk, terutama bila Anda sedang membandingkan dua minuman serbuk. Lihat berapa gram per sajian, bukan hanya tulisan “tinggi serat” di depan. Kebutuhan setiap orang berbeda, sehingga angka ini dipakai untuk membandingkan, bukan sebagai target tunggal.
Langkah 5: Daftar Bahan
Ini langkah yang sering terlewat. Menurut Peraturan BPOM No. 31 Tahun 2018 Pasal 14, nama bahan pada daftar komposisi ditulis berurutan mulai dari bahan yang paling banyak digunakan, kecuali vitamin, mineral, dan bahan tambahan pangan (PerBPOM 31/2018). Jadi, bahan yang tertulis pertama adalah yang terbanyak.
Gunakan urutan ini untuk memeriksa klaim depan. Bila kemasan menonjolkan satu bahan, lihat di urutan ke berapa bahan itu muncul. Periksa juga alergen, misalnya susu, yang biasanya dicantumkan terpisah.
Langkah 6: Klaim Depan dan Izin Edar BPOM
Baru sekarang baca klaim di depan, lalu cocokkan dengan angka tadi. Bila tertulis “tinggi serat”, lihat berapa gram serat per sajian. Bila tertulis “rendah gula”, lihat angkanya.
Terakhir, periksa nomor izin edar BPOM (kode MD untuk produk dalam negeri) di laman Cek BPOM. Pastikan nama produk di sana sama dengan di kemasan. Nutriflakes, misalnya, terdaftar sebagai Minuman Serbuk Umbi Garut; lihat info BPOM Nutriflakes.
Sekilas Membaca %AKG dan Natrium
Persen AKG pada tabel gizi dihitung berdasarkan kebutuhan energi 2.150 kkal per hari (CNN Indonesia). Kebutuhan Anda mungkin berbeda, jadi anggap angka ini sebagai gambaran kasar. Untuk natrium, anjuran Kemenkes adalah tidak lebih dari 2.000 mg per hari. Selalu baca natrium bersama takaran saji.
Contoh: Membaca Label Minuman Serbuk Nutriflakes
Agar tidak abstrak, berikut contoh cara membaca label nutrisi pada Nutriflakes (Minuman Serbuk Umbi Garut) dengan enam langkah tadi. Angka di bawah mengikuti label; cocokkan dengan kemasan yang ingin Anda baca.
Langkah | Angka di label | Cara membacanya |
| 1. Takaran saji | 30 g per sajian; 280 g per kemasan | 280 : 30 sekitar 9 sajian per kemasan |
| 2. Energi | 130 kcal per sajian | Dua sajian = 260 kcal |
| 3. Gula | 9 g per sajian | 9 : 50 g = sekitar 18% dari batas gula harian |
| 4. Serat dan protein | Lihat baris serat dan protein di label | Bandingkan per 30 g dengan produk lain |
| 5. Daftar bahan | Lima bahan utama; label juga mencantumkan krimer minuman dan susu kambing bubuk | Lihat urutan lengkap di komposisi Nutriflakes |
| 6. Izin edar | Nomor izin edar BPOM di kemasan | Cocokkan di Cek BPOM |
Cara penyajiannya ada di saran penyajian Nutriflakes. Bila Anda ingin tahu kenapa umbi garut menjadi bahan dasarnya, baca juga alasan umbi garut dipilih sebagai bahan dasar Nutriflakes.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Hanya membaca depan kemasan
- Langsung melihat kalori tanpa melihat takaran saji
- Membandingkan dua produk dengan ukuran saji berbeda, misalnya 30 g dan 50 g
- Menganggap satu klaim sudah mewakili seluruh produk
- Menganggap satu kemasan adalah satu porsi
Setelah terbiasa, cara membaca label nutrisi ini bisa Anda terapkan ke produk apa pun, termasuk produk berbahan lokal seperti yang dibahas di pangan lokal umbi Indonesia atau manfaat dan kandungan gizi umbi garut.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FaQ)
Bagaimana cara membaca label nutrisi minuman serbuk?
Mulai dari takaran saji dan jumlah sajian per kemasan, lalu gula, daftar bahan, klaim depan, dan izin edar BPOM. Semua angka lain bergantung pada takaran saji.
Apa arti %AKG di label?
Persentase kecukupan gizi per sajian, dihitung berdasarkan kebutuhan energi 2.150 kkal per hari.
Berapa batas gula harian?
Anjuran Kemenkes tidak lebih dari 50 g gula per hari, sekitar empat sendok makan.
Bagaimana cara tahu bahan terbanyak dalam produk?
Lihat daftar bahan. Bahan ditulis berurutan dari yang paling banyak, kecuali vitamin, mineral, dan bahan tambahan pangan.
Bagaimana memastikan produk terdaftar BPOM?
Cocokkan nomor izin edar di kemasan dengan data di laman Cek BPOM.

