Protein adalah salah satu zat gizi makro yang dibutuhkan oleh tubuh. Protein juga merupakan nutrisi penting karena berfungsi menyusun struktur jaringan dan sel dalam tubuh. Protein sendiri terbagi menjadi dua, yaitu protein hewani dan protein nabati.

Untuk mengetahui perbedaan antara protein nabati dan protein hewani, yuk simak artikel ini hingga selesai!

Apa itu Protein?

Protein Nabati

Protein nabati adalah protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Tidak sama dengan protein hewani, protein nabati tidak mengandung kolesterol dan asam lemak jenuh. Selain itu, jenis protein ini bisa menjadi pilihan yang tepat bagi Anda untuk menjalani pola makan vegetarian di mana tidak mengonsumsi sumber protein hewani seperti daging dan ikan.

Protein Hewani

Protein hewani adalah protein yang berasal dari hewan, seperti daging sapi, ikan, dan telur. Protein hewani ini mengandung semua jenis asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Berbeda dengan protein nabati, untuk mengonsumsi protein hewani harus dalam jumlah yang tepat karena protein hewani mengandung kolesterol sehingga bisa memicu penyakit jantung.

Sumber Protein

Makanan yang Mengandung Protein Nabati

kecipir
kecipir salah satu sumber protein nabati
  • Tempe
  • Tahu
  • Edamame
  • Kacang Almond
  • Kecipir
  • Bayam
  • Kentang
  • Alpukat
  • Susu Kedelai
  • Kacang Merah
  • Beras Merah

Makanan yang Mengandung Protein Hewani

telur_protein
putih telur salah satu sumber protein hewani
  • Daging Sapi
  • Daging Ayam
  • Ikan
  • Telur
  • Susu
  • Udang
  • Kerang
  • Sosis
  • Bakso
  • Yoghurt

Apa Perbedaan Protein Nabati dan Hewani?

1. Mengandung Asam Amino yang Berbeda

Asam amino adalah struktur terkecil dari protein yang nantinya akan diserap ke dalam tubuh. Ada 20 jenis asam amino yang diperlukan oleh tubuh, baik asam amino esensial maupun asam amino non-esensial.

Asam amino esensial tidak bisa diproduksi oleh tubuh sehingga untuk mendapatkan asam amino esensial ini tergantung dari asupan harian yang kita konsumsi. Sementara itu, asam amino non-esensial bisa diproduksi sendiri oleh tubuh.

Sumber protein nabati yang memiliki kelengkapan asam amino esensial seperti sumber protein hewani adalah kacang kedelai. Meskipun lengkap, jumlah asam amino pada kacang kedelai tidak sebanyak sumber protein hewani.

Sementara itu, sumber protein hewani mengandung asam amino esensial yang lebih lengkap daripada sumber protein nabati.

2. Sumber Protein Hewani Memiliki Vitamin dan Mineral Lebih Banyak

Perbedaan lain dari sumber protein nabati dan sumber protein hewani terletak pada kandungan gizi mikronya. Zat gizi mikro ini terdiri dari vitamin dan mineral. Dibandingkan dengan protein nabati, protein hewani memiliki ragam gizi mikro lebih banyak.

Zat gizi mikro yang lebih banyak terkandung di dalam protein hewani, yaitu vitamin B12, vitamin D, DHA (jenis asam lemak omega-3), zat besi jenis heme, dan zink.

3. Sumber Protein Nabati Tidak Mengandung Kolesterol dan Asam Lemak Jenuh

Perbedaan lain antara protein nabati dan hewani terletak di kandungan lemaknya.

Makanan yang menjadi sumber protein nabati tidak mengandung kolesterol maupun asam lemak jenuh. Mengonsumsi sumber protein nabati justru bisa membantu menurunkan kadar kolesterol di dalam darah.

Sementara itu, kebanyakan dari sumber protein hewani mengandung kolesterol dan asam lemak jenuh, terutama pada daging merah. Sehingga, kandungan kolesterol pada protein hewani yang tinggi bisa memicu risiko penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.

4. Protein Nabati Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan

Dibandingkan dengan protein hewani, ternyata protein nabati lebih baik dalam menjaga berat badan. Hal ini karena sumber makanan yang tinggi protein nabati bisa membuat rasa kenyang lebih cepat dan lebih tahan lama. Sehingga, efek ini sangat baik untuk mengontrol nafsu makan agar kita tidak makan berlebihan yang memicu kenaikan berat badan.

Berdasarkan perbedaan dari protein nabati dan hewani, kedua jenis protein ini sama-sama baik serta dibutuhkan oleh tubuh. Tapi sumber protein hewani termasuk tinggi lemak jenuh sehingga konsumsinya harus dalam jumlah yang tepat agar tidak memicu kolesterol tinggi, hipertensi, dan jenis penyakit lainnya. Itu sebabnya sumber protein nabati dianggap lebih sehat, terutama untuk seseorang yang menerapkan pola makan vegetarian.

Itu beberapa perbedaan protein hewani dan nabati. Kedua jenis protein ini memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Meskipun begitu, keduanya harus tetap dikonsumsi dengan jumlah yang dianjurkan. Jadi, jangan sampai kekurangan dan berlebihan, ya!

About the Author

Sapfa Rista Monika

I am part of a universe's storyteller who actualizes beauties through writing what I call art. As a person who has great interest in world of literacy, I love to share many things by writing in benefitness.

View All Articles