Kamu pasti tidak asing lagi dengan istilah defisit kalori. Bagi kamu yang ingin menurunkan berat badan, penting sekali untuk melakukan defisit kalori agar kalori yang tidak dikeluarkan dari dalam tubuh tidak menumpuk dalam bentuk lemak. Lantas, apa itu defisit kalori?

Kalori adalah sumber energi, bisa didapatkan dari makanan atau minuman yang dikonsumsi. Apabila kamu konsumsi kalori lebih sedikit dibandingkan jumlah kalori yang dibutuhkan dan dibakar tubuh, itulah yang disebut defisit kalori.

Selain itu, beberapa ahli gizi menyatakan bahwa defisit kalori adalah saat kita mengonsumsi lebih sedikit kalori dibandingkan kalori yang dikeluarkan tubuh dalam sehari.

Sebaiknya, kalori yang masuk ke dalam tubuh harus sesuai dengan kalori yang dikeluarkan dari dalam tubuh. Apabila kalori yang dikonsumsi melebihi kalori yang dibutuhkan tubuh, tubuh akan menyimpan kalori tersebut dalam bentuk lemak dan bisa memicu kenaikan berat badan. Sebaliknya, konsumsi kalori terlalu sedikit bisa menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi.

Itu sebabnya defisit kalori bisa menjadi salah satu cara untuk menurunkan berat badan dengan mengurangi jumlah kalori yang masuk ke tubuh.

Lantas, mengapa defisit kalori perlu dilakukan?

Pada umumnya, defisit kalori sering dilakukan bertujuan untuk penurunan berat badan. Apabila melakukan defisit kalori, artinya kalori yang masuk ke dalam tubuh lebih sedikit daripada kalori yang dikeluarkan dari dalam tubuh.

Kondisi ini akan mendorong tubuh untuk menggunakan cadangan energi yang ada. Cadangan energi ini biasanya berasal dari lemak tubuh. Sehingga, bagi seseorang yang melakukan defisit kalori, akan cenderung mengalami penurunan berat badan karena lemak ikut terbakar untuk menghasilkan energi.

olahraga_defisit_kalori

Penurunan berat badan ini bisa mengurangi risiko terjadinya obesitas sehingga tidak memicu penyakit serius lainnya. Tapi walaupun defisit kalori sangat bermanfaat untuk menurunkan berat badan, ternyata defisit kalori juga memiliki beberapa efek samping.

Efek Defisit Kalori

Defisit kalori adalah cara diet yang aman dilakukan. Hanya saja, pengurangan kalorinya harus sesuai dan masih bisa ditoleransi oleh tubuh karena mengurangi jumlah kalori secara berlebihan justru bisa menimbulkan beberapa efek samping, seperti:

  • Metabolisme tubuh menjadi terhambat
  • Otak kekurangan energi
  • Mudah terserang penyakit
  • Kekurangan zat gizi
  • Sembelit
  • Susah tidur
  • Meningkatkan risiko terbentuknya batu empedu
  • Mood atau suasana hati menjadi tidak stabil
  • Berat badan susah turun
  • Massa tulang menjadi terganggu

Bisa disimpulkan bahwa defisit kalori bisa membantu menurunkan berat badan, tapi apabila pengurangan kalori yang berlebihan justru akan menimbulkan efek samping.

Kebutuhan kalori setiap orang juga berbeda-beda. Berdasarkan usia, anak-anak membutuhkan kalori berkisar 1.000-2.000 kalori. Remaja membutuhkan kalori sebanyak 2.000-2.650 setiap harinya. Sementara itu, wanita dewasa membutuhkan sekitar 2.100 kalori, sedangkan pria dewasa membutuhkan 2.500 kalori per hari.

Baca juga:
Perbedaan Kalori Kentang dan Nasi dalam Memenuhi Kebutuhan Energi
Mengenali Keterkaitan Karbohidrat dan Kalori dalam Konteks Kesehatan

Lantas, berapa kebutuhan kalori per hari untuk menurunkan berat badan?

Pada orang dewasa, kalori yang perlu diturunkan sekitar 500-1.000 kalori per harinya untuk menurunkan berat badan 0,5 sampai dengan 1 kilogram per minggunya. Jadi, bisa disimpulkan bahwa wanita dewasa disarankan mengonsumsi 1.100-1.600 kalori per hari dan pria dewasa mengonsumsi 1.500-2.000 kalori per harinya untuk menurunkan berat badan.

penghitungan_jumlah_kalori

Di samping itu, memenuhi kebutuhan kalori tubuh sangat penting untuk menjaga kesehatan dan memberikan energi yang diperlukan. Jadi, apabila ingin menurunkan berat badan, sebaiknya tidak mengurangi asupan kalori sangat ekstrem agar kesehatan tubuh tetap terjaga.

Berikut beberapa cara untuk mencukupi kebutuhan kalori harian tubuh:

  • Konsumsi makanan dengan karbohidrat yang cukup setiap harinya, seperti konsumsi kentang atau beras merah.
  • Perbanyak konsumsi makanan mengandung protein pada setiap porsi makanan, seperti konsumsi ikan dan telur.
  • Penuhi kebutuhan lemak tubuh, seperti konsumsi alpukat.
  • Istirahat yang cukup
  • Tidak merokok
  • Rutin melakukan olahraga

Jadi, dapat disimpulkan bahwa defisit kalori bisa dilakukan oleh seseorang yang ingin menurunkan berat badan. Meskipun begitu, defisit kalori yang dilakukan harus dalam batas normal agar kesehatan tubuh tetap terjaga.

About the Author

Sapfa Rista Monika

Kesehatan merupakan hal yang paling berharga. Sebagai seseorang yang memiliki minat besar di dunia literasi, saya senang berbagi informasi kesehatan melalui tulisan yang bermanfaat.

View All Articles