Menjadi seorang dokter bukan berarti kebal dari penyakit. dr. Abdillah dan dr. Bella, pasangan dokter yang aktif mengedukasi masyarakat, ternyata juga memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga kesehatan lambung. Dalam podcast Nutri Talk terbaru, dr. Abdillah membagikan kisahnya berjuang melawan GERD kronis, sementara dr. Bella membedah mengapa sereal umbi garut menjadi kunci pemulihan yang mereka pilih.
Bahaya "Self-Diagnose": Saat GERD Menyerupai Serangan Jantung
Banyak penderita asam lambung merasa ketakutan saat merasakan sesak di dada. dr. Bella sering menemukan pasien di IGD yang panik karena nyeri dada hebat di jam 2 pagi.
- Mitos: Nyeri dada selalu berarti sakit jantung.
- Fakta: Iritasi asam lambung ke kerongkongan dapat memicu sensasi terbakar dan sesak yang sangat mirip dengan gangguan jantung atau paru-paru.
dr. Bella menekankan pentingnya tidak melakukan self-diagnose dan segera mencari penanganan yang tepat untuk menenangkan lambung.
Mengapa Dokter Memilih Nutriflakes sebagai "Smart Breakfast"?
Kesibukan jadwal shift dan tugas sebagai PNS membuat dr. Abdillah dan dr. Bella sering kesulitan mengatur waktu makan. dr. Abdillah mengakui bahwa kebiasaan buruk di masa kuliah—seperti makan tengah malam lalu langsung tidur—adalah pemicu GERD-nya.
Kini, keduanya rutin mengonsumsi Nutriflakes. Mengapa Nutriflakes berbeda dari sereal biasa?
- Fungsi Gastroprotektan: dr. Bella menjelaskan bahwa Umbi Garut mengandung polisakarida yang efektif melapisi mukosa (dinding) lambung, menjadikannya "benteng" alami dari peradangan.
- Mencegah Perut "Kopyok-Kopyok": Nutriflakes memberikan rasa kenyang yang stabil, sehingga lambung tidak kosong terlalu lama di sela aktivitas medis yang padat.
- Energi Tanpa Begah: Sebagai meal replacement, Nutriflakes mudah dicerna dan tidak memicu mual saat beraktivitas fisik seperti lari atau olahraga paddle.

Tips Hidup Sehat ala Pasangan Dokter
Selain nutrisi yang tepat, dr. Abdillah dan dr. Bella menyarankan beberapa langkah untuk memutus siklus asam lambung:
- Disiplin Jam Makan: Jangan menunggu lambung perih baru makan.
- Kelola Stres: Hubungan harmonis dan komunikasi yang baik membantu menurunkan risiko maag karena stres (psikosomatis).
- Cukupi Kebutuhan Serat: Memilih makanan tinggi serat yang lembut di lambung untuk menjaga kelancaran pencernaan.
Kesimpulan
Kisah dr. Abdillah dan dr. Bella membuktikan bahwa GERD bisa dikendalikan dengan pola hidup dan nutrisi pelapis lambung yang tepat. Jangan biarkan produktivitas Anda terhenti karena nyeri ulu hati.

