Nutriflakes® Official Website

+62 821-3573-2036
 

14 Pantangan bagi Para Penderita Asam Lambung

Asam lambung naik atau refluks asam adalah kondisi yang umum dialami oleh banyak orang. Gejala seperti sensasi terbakar di dada, mulut pahit, dan batuk sering kali menjadi tanda-tanda asam lambung yang tidak terkendali.

Untuk membantu mengurangi gejala ini, penting bagi penderita asam lambung untuk mengenali dan menghindari makanan atau minuman tertentu yang dapat memicu refluks asam.

Namun sebelum mengetahui pantangan-pantangan tersebut, alangkah lebih baik untuk mengetahui terlebih dahulu apa itu asam lambung.

Apa Itu Asam Lambung?

Asam lambung, juga dikenal sebagai asam gastric, adalah cairan asam yang diproduksi oleh kelenjar lambung dalam sistem pencernaan manusia.

Asam lambung memiliki peran penting dalam proses pencernaan makanan. Ini membantu melarutkan zat-zat nutrisi yang terkandung dalam makanan sehingga dapat diserap oleh usus.

Produksi asam lambung diatur oleh hormon dan sinyal saraf. Ketika seseorang mulai makan atau mencium aroma makanan, sinyal ini merangsang kelenjar lambung untuk melepaskan asam lambung. Sebaliknya, jika lambung sudah penuh, produksi asam lambung dapat berkurang.

Namun, produksi asam lambung yang berlebihan atau refluks asam (kondisi ketika asam lambung naik ke esofagus) dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti penyakit refluks gastroesofageal (GERD) atau luka lambung.

Oleh karena itu, menjaga keseimbangan produksi asam lambung adalah penting untuk kesehatan sistem pencernaan. Salah satu caranya dengan mentaati apa saja yang menjadi pantangan penderita asam lambung.

1. Makanan Pedas

sambal_rawit_pedas
sambal pedas (sumber: canva)

Makanan pedas, seperti cabai dan rempah-rempah tajam, dapat merangsang produksi asam lambung. Hindari konsumsi makanan pedas untuk mengurangi risiko refluks.

2. Makanan Asam

Jeruk, tomat, dan produk asam lainnya dapat meningkatkan tingkat keasaman lambung. Hindari konsumsi buah-buahan asam dan produk berbasis tomat.

3. Minuman Berkafein

Kopi, teh, dan minuman berkafein lainnya dapat merangsang produksi asam lambung. Pilih minuman rendah kafein atau hindari konsumsi berlebihan.

4. Minuman Bersoda

Minuman bersoda mengandung gas yang dapat meningkatkan tekanan dalam lambung. Kurangi atau hindari konsumsi minuman bersoda.

5. Makanan Berlemak Tinggi

Makanan berlemak tinggi memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna, meningkatkan risiko refluks. Pilih makanan rendah lemak untuk mencegah gejala.

6. Bawang dan Bawang Putih

Bawang dan bawang putih dapat merangsang produksi asam lambung. Kurangi atau hindari bahan-bahan ini dalam masakan Anda.

7. Cokelat dan Kue Manis

Cokelat dan kue manis mengandung lemak dan gula tinggi, yang bisa memicu refluks asam. Batasi konsumsi kue dan cokelat.

8. Makanan Instan dan Gorengan

Makanan instan dan gorengan sulit dicerna, meningkatkan risiko refluks. Pilih makanan yang lebih ringan dan mudah dicerna.

9. Alkohol

penolakan_bir_beralkohol
penolakan bir alkohol (sumber: canva)

Alkohol dapat merelaksasi sfingter esofagus bawah, memicu refluks asam. Batasi atau hindari konsumsi alkohol.

10. Peppermint

Peppermint dapat merelaksasi sfingter esofagus dan memperburuk refluks. Pertimbangkan untuk menghindari produk berbasis peppermint.

11. Makanan Terlalu Pedas atau Berlemak

Makanan yang terlalu pedas atau berlemak dapat meningkatkan iritasi pada lambung. Pilih makanan yang lebih ringan.

12. Saus Pedas dan Kecap

Saus pedas dan kecap mengandung bahan-bahan yang dapat memicu refluks. Gunakan alternatif yang lebih ringan.

13. Makan Terlalu Cepat atau Terlalu Banyak

Makan terlalu cepat atau terlalu banyak dalam satu waktu dapat meningkatkan risiko refluks. Nikmati makanan dalam porsi kecil dan kunyah dengan perlahan.

14. Stres

Stres dan kecemasan dapat memperburuk gejala asam lambung. Terapkan teknik relaksasi, seperti meditasi atau yoga, untuk mengelola stres.

Sikap dan Tindakan

Setalah mengatahui pantangannya, terdapat beberapa sikap dan tindakan yang patut untuk diperhatikan sebaiknya dilakukan bagi penderita asam lambung (gerd) seperti yang dikutip dari hellosehat:

1. Sebaiknya makan dengan porsi kecil

Makan dengan porsi kecil namun rutin adalah rekomendasi para ahli untuk penderita gerd dalam upaya mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.

Porsi makan yang sedikit tidak akan mambuat tekanan yang berlebihan pada lambung, sehingga katup bisa tertutup sempurna dan mencegah cairan asam naik ke keronkongan.

2. Sebaiknya tidak tidur langsung setelah makan

Alangkah baiknya untuk tetap dalam posisi duduk tegap setelah makan. Biarkan makanan dicerna dengan proses yang seharusnya, sehingga gejala yang menyertai asam lambung bisa dikurangi.

Dalam posisi tidur akan membuat makanan di dalam lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan keluhan seperti tenggorokan mengganjal dan heartburn.

Dengan memperhatikan apa saja yang menjadi pantangan bagi penderita asam lambung, harapannya dapat mengurangi segala keluhan yang mengganggu.

Penting untuk diingat bahwa setiap individu dapat memiliki toleransi yang berbeda terhadap makanan tertentu. Jika gejala asam lambung terus berlanjut atau memburuk, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk evaluasi lebih lanjut. Menerapkan perubahan gaya hidup dan diet yang sehat dapat membantu mengelola asam lambung dan meningkatkan kualitas hidup.

Jaga lambung agar tetap sehat dan berfungsi dengan baik mulai saat ini.