Menghadapi nyeri di bagian kanan dan kiri dada yang bergantian mungkin menjadi pengalaman menyakitkan. Apa yang mendasari gejala nyeri dada bergantian di kedua sisi ini? Temukan jawabannya di sini.

Nyeri dada merupakan keluhan yang umum dialami oleh banyak orang. Namun, gejala nyeri dada tidak selalu seragam pada semua individu.

Ada yang mengalami nyeri dada sebelah kiri yang timbul dan hilang bergantian, sementara yang lain merasakan nyeri di sisi kanan yang serupa.

Sering kali, kondisi semacam ini dianggap sebagai pertanda serangan jantung. Padahal, nyeri dada dapat memiliki berbagai penyebab yang perlu diidentifikasi.

Faktor Penyebab Nyeri Dada Bergantian di Sisi Kanan-Kiri

Banyak faktor yang dapat menyebabkan nyeri dada yang timbul dan hilang bergantian, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

1.       Potensi Serangan Jantung

Pengalaman nyeri yang datang dan pergi di sisi kiri dada bisa menjadi hasil dari serangan jantung. Ketika otot jantung tidak mendapatkan pasokan oksigen yang memadai, ini dapat mengakibatkan penyumbatan arteri koroner yang bertugas menyediakan darah ke jantung.

Tanda khas dari gejala serangan jantung meliputi nyeri dada di sebelah kiri yang datang dan pergi, dan terkadang menjalar hingga ke lengan, leher, bahu, dan perut. Gejala lain sering menyertai, seperti pusing, mual, muntah, sesak napas, dan keringat dingin.

2.       Kelainan Arteri Koroner

Penyumbatan arteri koroner dapat menjadi penyebab nyeri dada bergantian di sisi kiri. Akumulasi kolesterol dalam tubuh dapat menyempitkan pembuluh darah, menghambat aliran darah yang seharusnya menuju jantung.

Kondisi ini terutama bisa memburuk saat beraktivitas fisik, karena otot jantung membutuhkan pasokan darah yang memadai yang mungkin terganggu oleh arteri koroner yang terhalang.

3.       Peradangan Perikardium

Sensasi tajam pada dada yang muncul dan berpindah-pindah bisa disebabkan oleh peradangan pada perikardium, lapisan pelindung jantung. Kondisi ini dikenal sebagai perikarditis.

Tanda-tanda dari masalah ini termasuk nyeri tengah dada yang hilang timbul dan menjalar ke dada kiri dan pundak, dada berdebar-debar, serta kesulitan bernapas yang kian terasa saat berbaring.

4.       Kardiomiopati Hipertrofik

Nyeri dada sebelah kiri yang datang dan hilang mungkin diakibatkan oleh kardiomiopati hipertrofik. Pada kondisi ini, otot ventrikel pemompa jantung mengalami penebalan dan kekakuan.

Dalam situasi ini, peredaran darah menjadi terhambat, sulit untuk masuk atau keluar dari jantung. Hal ini berujung pada pasokan oksigen yang tidak mencukupi ke jantung.

5.       Diseksi Aorta

Diseksi aorta bisa menjadi alasan nyeri dada sebelah kiri yang timbul dan hilang. Kelainan ini melibatkan robeknya dinding aorta, mengakibatkan lapisan-lapisan dinding terpisah.

Penderita akan merasakan nyeri sangat intens dan sensasi robekan. Umumnya, rasa sakit ini menjalar dari dada hingga punggung, serta di antara tulang belikat.

6.       Gangguan Refluks Asam Lambung (GERD)

Nyeri dada yang datang dan pergi juga bisa disebabkan oleh asam lambung naik ke kerongkongan. Ini menciptakan perasaan terbakar atau sesak di bawah tulang dada.

Apabila GERD menjadi pemicu, nyeri akan lebih hebat saat berbaring. Kadang-kadang, ini terjadi setelah mengonsumsi makanan tertentu atau makanan pedas.

7.       Batu Empedu

Batu empedu dapat menyebabkan obstruksi dan memicu nyeri di daerah bawah tulang rusuk bagian kanan. Umumnya, batu empedu terbentuk dari kolesterol yang tinggi. Rasa sakit akibat batu empedu bisa sangat hebat dan berlangsung berjam-jam.

8.       Tekanan Darah Tinggi pada Paru-paru (Hipertensi Paru)

Hipertensi paru atau tekanan darah tinggi pada arteri paru-paru dapat menghasilkan nyeri dada. Tekanan tinggi pada arteri ini menyebabkan penyempitan pembuluh darah.

Sayangnya, pembuluh darah tersebut bertugas membawa darah ke paru-paru untuk pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

Dalam situasi ini, tekanan di arteri paru-paru meningkat, memaksa jantung kanan untuk memompa lebih keras ke paru-paru. Akibatnya, otot jantung dapat melemah, mengakibatkan nyeri dada.

9.       Fraktur Tulang Rusuk

Cedera seperti kecelakaan bisa memicu patah tulang rusuk, yang berfungsi melindungi dada. Patah tulang ini dapat menyebabkan nyeri di dada. Gejala bisa semakin parah saat mengambil napas dalam. Apabila mengalami gejala tersebut, sebaiknya mencari bantuan medis untuk pengobatan yang sesuai.

10.   Serangan Panik

Sensasi cemas dan ketakutan mendadak dapat memicu nyeri dada. Nyeri ini sering kali menyerupai gejala serangan jantung.

Serangan panik dapat dipicu oleh situasi stres atau kekhawatiran mendalam. Gejalanya mungkin termasuk detak jantung yang cepat dan rasa pusing.

Cara Menangani Nyeri Dada

Penanganan nyeri dada yang datang dan pergi akan bervariasi tergantung pada penyebabnya. Sangat penting untuk segera mencari bantuan medis ketika mengalami nyeri dada yang bergantian di sisi kanan dan kiri.

Dokter akan melakukan diagnosis dan meresepkan perawatan yang tepat, mungkin melibatkan intervensi bedah atau penggunaan obat untuk meredakan nyeri dada.

About the Author

Rizkiawan Candra

Karena nikmat sehat itu sangat penting, maka saya akan berbagi tips kesehatan dengan mencurahkannya berupa tulisan artikel yang diharapkan menjadi manfaat untuk semua.

View All Articles