Nutriflakes® Official Website

+62 821-3573-2036
 

Penyebab Asam Lambung Naik Karena Stress

Asam lambung naik atau refluks asam merupakan kondisi di mana asam lambung bergerak mundur ke kerongkongan, menyebabkan sensasi terbakar pada dada yang dikenal sebagai heartburn atau nyeri pada ulu hati. Stress dapat menjadi faktor yang memicu atau memperburuk refluks asam.

Jika pernah merasa perut melilit ketika stres atau cemas, Anda tidak sendirian. Hubungan yang kompleks antara maag, rasa cemas, dan stres dapat saling mempengaruhi, memperparah satu sama lain.

Mengelola hubungan antara kecemasan, maag, dan stres melibatkan perubahan gaya hidup, pengaturan pola makan, dan manajemen emosi.

Bagaimana sebenarnya hubungan ini berlangsung dan apa langkah-langkah yang bisa diambil untuk mengatasinya? Simak penjelasannya di bawah ini.

Hubungan Antara Rasa Cemas dan Maag

Maag sendiri merupakan kumpulan gejala yang timbul akibat gangguan pada sistem pencernaan, seringkali disebabkan oleh refluks asam lambung ke kerongkongan. Tanda utama maag adalah rasa tak nyaman atau panas pada ulu hati, yang disebabkan oleh asam lambung (heartburn). Gejala lainnya meliputi mual, muntah, dan sensasi tersangkut di kerongkongan.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Neurogastroenterology and Motility menyatakan bahwa orang dengan gangguan kecemasan lebih rentan mengalami gejala Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

Stres dan kecemasan dapat memperparah maag dengan meningkatkan produksi asam lambung, mengurangi tekanan pada sfingter kerongkongan, dan mempengaruhi otot-otot sekitarnya.

Dampak Buruk Kecemasan dan Maag Saling Memperparah

Penelitian sebelumnya dalam Clinical Gastroenterology and Hepatology menunjukkan bahwa pasien GERD yang mengalami kecemasan menghadapi gejala yang lebih parah. Lebih mencemaskan lagi, gangguan kecemasan dan maag cenderung memperparah satu sama lain.

stress_asam_lambung

Pasien GERD dengan nyeri dada dapat mengalami tingkat kecemasan dan depresi yang lebih tinggi. Secara berangsur-angsur, GERD dapat menyebabkan stres dan kecemasan, sementara stres dan kecemasan membuat gejala GERD semakin parah.

Cara Mengatasi Kecemasan, Maag, dan Stres

Manajemen Kecemasan

· Berlatih teknik pernapasan dalam untuk meredakan kecemasan.

· Terlibat dalam aktivitas relaksasi seperti meditasi dan yoga.

· Identifikasi pemicu kecemasan dan temukan cara untuk mengelolanya.

Pengelolaan Maag

· Perhatikan pola makan dengan menghindari makanan yang dapat merangsang produksi asam lambung.

· Konsumsi makanan dengan bijak, hindari makan berlebihan atau terlalu cepat.

· Hindari makanan dan minuman berpemanis tinggi yang dapat merangsang refluks.

Pengurangan Stres

· Tetapkan jadwal tidur yang teratur untuk memastikan istirahat yang cukup.

· Rencanakan waktu untuk aktivitas yang menyenangkan dan relaksasi.

· Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan keseimbangan emosi.

Konsultasi Profesional

· Jika kecemasan atau stres berat, pertimbangkan konsultasi dengan profesional kesehatan mental.

·         Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk penanganan maag yang tepat.

Baca: Cara Mengatasi Asam Lambung Naik yang Perlu Diperhatikan

Stres dan Gangguan Pencernaan Lainnya

Stres dapat memicu berbagai gangguan pencernaan, termasuk kram, peradangan, dan ketidakseimbangan bakteri usus. Pengaruh stres juga dapat memperparah kondisi seperti tukak lambung, sindrom iritasi usus (IBS), dan penyakit radang usus (IBD).

Oleh karena itu, mengelola stres tidak hanya bermanfaat untuk maag, tetapi juga untuk kesehatan pencernaan secara menyeluruh.

Penting untuk diingat bahwa pengaruh stres pada refluks asam dapat bervariasi antar individu. Beberapa orang mungkin lebih rentan terhadap pengaruh stres terhadap sistem pencernaan mereka daripada yang lain.

Mengelola stres melalui teknik relaksasi, olahraga, dan perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi risiko refluks asam yang disebabkan oleh stres. Jika gejala persisten atau memburuk, konsultasikan dengan profesional kesehatan untuk evaluasi dan penanganan lebih lanjut.