Daun kelor yang sudah tua ternyata biasa dibuat menjadi bubuk atau tepung karena teksturnya. Lalu bagaimana cara membuat bubuk daun kelor ini?

Kandungan gizi daun kelor yang sangat tinggi membuat banyak pihak untuk memanfaatkan tumbuhan ini. Sebab, manfaat yang dapat diambil dari daun kelor pun menjadi beragam.

Sebenarnya seluruh bagian dari tanaman kelor memiliki berbagai manfaat serta khasiat. Oleh karena itu, kelor memiliki sebutan sebagai Miracle Tree karena kebaikannya bagi kesehatan tubuh.

Bagian daun kelor adalah tumbuhan yang memiliki banyak manfaat untuk kehidupan sehari-hari. Baik manfaat untuk kesehatan maupun kegunaannya di berbagai bidang industri lainnya.

Anak-anak dan ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi daun kelor karena kandungan gizinya. Kedua kelompok ini, anak-anak dan ibu hamil, merupakan kelompok yang membutuhkan gizi seimbang tiap harinya.

Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Nutrisi Tiap Hari dengan Daun Kelor

Daun kelor yang biasanya digunakan untuk konsumsi sehari-hari adalah daun yang masih muda karena teksturnya halus. Sedangkan daun kelor tua dijadikan bubuk karena teksturnya yang kasar.


Satu sendok bubuk kelor (sumber: canva)

Cara Membuat Bubuk Daun Kelor

Walaupun olahan daun kelor ini bervariasi, tetapi masih banyak masyarakat yang belum mengetahuinya. Menurut Sahakitpichan, pemanfaatan daun kelor tidak hanya dalam bentuk masakan sayur, tapi bisa berupa puding, cake, biskuit, atau tepung, bubuk, dan ekstrak.

Kelor diolah menjadi bubuk atau tepung dengan tujuan agar lebih awet dan mudah untuk disimpan. Tepung daun kelor ini biasanya digunakan untuk memperkaya nutrisi bahan pangan lainnya.

Artinya, daun kelor dalam bentuk bubuk atau tepung ini tidak kalah manfaatnya dengan olahan kelor segar. Berikut ini adalah cara membuat bubuk daun kelor:

  1. Ambil daun kelor yang berwarna hijau tua dan berumur lebih dari 3 tahun. Sebaiknya memetik daun ini pada pagi hari agar gizinya maksimal.
  2. Cuci daun kelor dan tiriskan. Pencucian ini bertujuan menghilangkan kuman dan kotoran.
  3. Pisahkan antara batang dengan daun kelor.
  4. Keringkan daun kelor pada suhu 30°C selama 2 hari. Tanda daun sudah kering adalah ketika daunnya mudah hancur. Tempat untuk mengeringkan pun tidak boleh lembab dan daun harus sering dibolak-balik.
  5. Setelah kering, masukkan daun kelor ke mesin penepung atau blender. Lakukan sebanyak 3 kali agar bubuk benar-benar halus.

Cara membuat bubuk daun kelor pun selesai.

Tahap pengeringan daun kelor ini sebenarnya bisa dengan 3 cara, antara lain:

  1. Pengeringan dengan cahaya maatahari.
  2. Pengeringan dalam ruangan.
  3. Pengeringan menggunakan mesin pengering.

Segera simpan tepung atau bubuk daun kelor yang sudah jadi ke dalam wadah yang kedap udara serta terhindar dari lembab atau cahaya. Langkah ini digunakan untuk menghindari berkembangnya mikroorganisme.

Bubuk daun kelor yang disimpan dengan baik dapat bertahan sampai 6 bulan lamanya.


Semangkok bubuk kelor (sumber: canva)

Kegunaan Bubuk Daun Kelor

Pada beberapa negara berkembang, seperti Malawi di Afrika misalnya, bubuk kelor ini dijadikan sebagai sumber nutrisi lokal. Keadaan ini untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat setempat, terutama pada anak-anak.

Menurut penelitian McLellan, banyak ditemukan penggunaan bubuk daun kelor sebagai suplemen yang bergizi dan memenuhi kebutuhan nutrisi dan protein.

Penggunaan bubuk kelor ini biasanya ditambahkan pada sajian makanan atau minuman yang siap untuk dinikmati.

Tepung atau bubuk kelor ini juga digunakan dalam produk sereal sehat Nutriflakes, untuk melengkapi nutrisi dan gizi seimbang.

Ketahui disini: Ternyata Manfaat Daun Kelor Tercantum dalam AL-Qur’an

Produk Nutriflakes adalah minuman serbuk yang memiliki efek terapi untuk mengatasi asam lambung naik. Salah satu bahan utama yang digunakan dalam komposisi Nutriflakes adalah kelor. Maka dari itu, nutrisi dan gizi yang ada pada Nutriflakes ini tidak perlu diragukan lagi.

Demikian ulasan tentang cara membuat bubuk daun kelor, semoga dapat bermanfaat dan menginspirasi.

Nutriflakes, solusi terbaik mengatasi asam lambung!

About the Author

Yunita Isna Fauziyyah

Penulis yang senang berbagi informasi mengenai kesehatan, masalah pencernaan, problem solving, keadaan saat ini, dsb yang bermanfaat bagi masyarakat.

View All Articles