Banyak orang yang menderita asam lambung naik akan was-was ketika memasuki bulan Ramadan atau bulan puasa. Sebenarnya asam lambung naik saat puasa batal atau tidak?

Gangguan asam lambung naik adalah sebuah kondisi di mana carian asam lambung naik ke saluran kerongkongan. Hal ini biasa terjadi karena katup esofagus yang tak dapat berfungsi dengan normal.

Pada umumnya, setelah makanan masuk ke dalam lambung, katup ini akan menutup dengan rapat. Sehingga makanan atau minuman serta cairan asam lambung tidak akan bisa keluar dari lambung dan naik ke kerongkongan.

Selain itu, juga dapat didorong dengan pola makan yang tidak teratur dan gaya hidup tak sehat. Misalnya adalah mengonsumsi makanan berlemak, pedas, asam, dan lain-lain. Cara makan yang terlalu cepat dengan porsi yang banyak.

Kebiasaan merokok serta meminum alkohol dan soda juga menjadi penyebab utama dari kambuhnya asam lambung naik atau GERD.

Mengapa saat puasa penderita asam lambung pasti cemas dengan keadaan tersebut?

Alasan pertama, penderita asam lambung ini sangat bergantung dengan pola makan yang teratur. Alasan kedua, perut dengan keadaan kosong yang berjam-jam dapat menyebabkan asam lambung naik.

Asam Lambung Naik Saat Puasa, Batal atau Tidak?

Kecemasan utama dari penderita asam lambung ini adalah mengenai ketidaknyamanan saat puasa. Hal lain yang membuat penderita asam lambung naik saat puasa cemas adalah mengenai batal atau tidak puasa mereka ketika kambuh?

Penyebab utama dari asam lambung atau GERD kambuh ketika puasa adalah perut yang harus kosong selama kurang lebih 12 sampai 13 jam. Sebab, puasa merupakan sebuah aktivitas menahan lapar dari pagi sampai sore hari.

Alhasil, cairan asam dalam lambung bisa bergejolak dan mengalir ke jalur lain atau kerongkongan. Kondisi ini tentu saja membuat tidak nyaman dan dapat mengganggu ibadah puasa.

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri asam lambung naik saat puasa:

  • Sakit berlebih pada area perut.
  • Ada perasaan panas di bagian perut sampai dada. Hal ini menandakan bahwa cairan asam sedang mengalir ke kerongkongan.
  • Mulut hanya akan dapat merasakan rasa pahit dan asam.
  • Perut akan merasakan mual yang berlebih. Bisa saja sampai pada keadaan penderita asam lambung ingin muntah.

Lalu keadaan di atas apakah membuat penderita asam lambung naik batal atau tidak puasanya?

Menurut seorang dokter spesialis penyakit dalam, jika penderita tidak mengalami muntah, maka hal tersebut tidak akan membatalkan puasa. Namun, ketika penderita sampai mengalami muntah, maka mereka diharapkan untuk membatalkan puasa saja.

Sebab, kondisi akan tambah berbahaya jika terus dilanjutkan.

Pertolongan Pertama Asam Lambung Naik saat Puasa

Beberapa langkah berikut ini bisa dilakukan ketika asam lambung naik dengan harapan meringankan keluhan:

  • Melonggarkan pakaian.
  • Posisikan tubuh duduk atau tegak rileks.
  • Meninggikan bagian atas tubuh saat tidur.
  • Istirahat yang cukup.
  • Mengelola stres dengan baik.
  • Segera minum teh jahe setelah berbuka puasa.
  • Minum obat pereda asam lambung setelah berbuka puasa.

Lantas, bagaimana pandangan Islam terkait asam lambung saat puasa?

Sebenarnya, Allah telah memberikan keringanan kepada mereka yang sakit, sebagaimana firman Allah SWT. di dalam QS. Al-Baqarah Ayat 286, artinya:

“Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir.

Baca: Tips Ampuh Cara Menjaga Kesehatan Lambung

Manfaat Puasa untuk Asam Lambung

Kendati demikian, menjalankan puasa ternyata dapat memberikan beberapa manfaat puasa yang baik untuk asam lambung. Berikut ini adalah manfaat puasa untuk kesehatan, khususnya asam lambung:

  • Menurunkan risiko gangguan asam lambung.
  • Mengurangi penyebab dari asam lambung.
  • Meringankan gejala asam lambung naik.
  • Menurunkan berat badan dan menjaga agar tetap ideal.
  • Menjaga kesehatan jantung.
  • Menurunkan risiko penyakit diabetes.
  • Mengurangi risiko penyakit kanker.
  • Penyakit radang juga berkurang.
  • Mengurangi gangguan pada alat-alat pencernaan.

Artinya, saat puasa ini kita tidak hanya merasakan lapar, tetapi juga mendapatkan manfaat yang baik untuk kesehatan.


Ilustrasi berat badan ideal (sumber: canva)

Kesimpulan Asam Lambung Naik Membatalkan Puasa?

Berdasarkan penjelasan di atas, pertanyaan mengenai asam lambung naik saat puasa batal atau tidak sudah terjawab. Puasa akan batal ketika kita mengalami muntah. Sebab, bagi penderita asam lambung disarankan untuk membatalkan puasa ketika hal tersebut terjadi.

Sebenarnya kita bisa mengantisipasi hal tersebut dengan mengonsumsi Nuriflakes secara rutin, saat sebelum puasa atau setelah puasa. Nutriflakes adalah sereal dengan bahan dasar umbi garut yang memiliki banyak manfaat.

Salah satunya adalah mengatasi asam lambung naik dan menjaga kesehatan tubuh, khususnya pencernaan. Selain itu, dengan mengonsumsi Nutriflakes, kebutuhan nutrisi harian akan terpenuhi selama puasa berlangsung.

Sebab, Nutriflakes menggunakan formulasi bahan-bahan yang menyehatkan seperti kelor, susu etawa, psyllium husk, dan gula aren.

Nutriflakes, asam lambung hilang puasa jadi lancar!

About the Author

Yunita Isna Fauziyyah

Penulis yang senang berbagi informasi mengenai kesehatan, masalah pencernaan, problem solving, keadaan saat ini, dsb yang bermanfaat bagi masyarakat.

View All Articles