LPR (Laryngopharyngeal Reflux) dan GERD, keduanya secara garis besar merupakan penyakit yang bisa kambuh saat asam lambung naik. Selanjutnya refluks dengan intensitas sering akan meningkatkan kemungkinan keduanya menjadi penyakit kronis. Lantas apa perbedaan LPR dan GERD?

Perbedaan keduanya juga sekaligus menentukan langkah pengobatan apa yang akan dilakukan untuk penyembuhan. Seseorang bisa mengidap GERD tanpa LPR atau sebaliknya bahkan juga sangat mungkin mengidap langsung keduanya. 

 

Perbedaan LPR dan GERD

GERD dan LPR seringkali disamakan padahal jelas keduanya merupakan penyakit yang berbeda. Namun memang tidak menutup kemungkinan untuk kedua penyakit ini terjadi bersamaan. Pahami dulu perbedaan keduanya berdasar 5 hal berikut ini.

1. Perbedaan Berdasar Gejala  


Heartburn (sumber: canva)

Keduanya memang punya indikasi pemicu yang sama, namun tidak dengan perbedaan GERD dan LPR dari gejalanya. Untuk GERD sendiri punya gejala paling umum seperti mual hingga heartburn. Sensasi terbakar yang menjalar dari perut hingga ke dada biasa diindikasi sebagai salah satu gejalanya.

Namun berbeda dengan LPR yang tidak memiliki gejala seperti refluks. Gejala yang ditimbulkan oleh LPR di antaranya seperti suara serak, sensasi tenggorokan penuh atau kotor, rasa pahit tenggorokan hingga kotak suara yang membengkak.

Iritasi yang terjadi di penyakit LPR justru lebih parah karena asam lambung dalam penyakit ini tidak hanya tinggal di esofagus. Bahkan salah satu gejala parah yang mungkin terjadi yakni munculnya asma. 

2. Perbedaan LPR dan GERD Berdasarkan Mekanisme Penyakitnya

Kedua, beda GERD dan LPR bisa dilihat dari mekanisme penyakitnya cukup berbeda. Pada penyakit GERD,  asam lambung akan naik hingga esofagus. Karenanya, saat GERD kambuh maka sensasi terbakar akan cukup tidak nyaman terasa.

Berbeda dengan LPR, yang ternyata asam lambungnya naik hingga ke tenggorokan bagian belakang. Sehingga saat penyakit ini kambuh, efeknya perih tenggorokan bahkan hingga menyebabkan batuk dengan sensasi masam atau pahit. 

3. Perbedaan Berdasarkan Komplikasinya

Penyakit yang didiamkan begitu saja tentu akan menyebabkan komplikasi. Termasuk pada GERD dan LPR yang punya jenis komplikasinya sendiri. Pada GERD, komplikasi yang paling umum terjadi adalah iritasi kerongkongan bahkan hingga kanker.

Berbeda dengan LPR yang lebih memungkinkan menyebabkan kelebihan berat badan, pengosongan lambung yang lambat, dan lainnya. Komplikasi semacam ini bisa dicegah bila penanganan yang tepat dilakukan sejak awal.

4. Perbedaan Cara Diagnosis


LPR (sumber: canva)

Perbedaan LPR dan GERD juga bisa dilihat dari metode diagnosisnya. Ahli sekalipun akan melakukan diagnosis awal berdasar hal tertentu untuk menentukan jenis penyakit. Mulai dari melemparkan pertanyaan yang sesuai hingga memeriksa langsung bagian tubuh yang dikeluhkan.

Khususnya pada penyakit GERD, biasanya pasien akan langsung diarahkan untuk melakukan endoskopi. Metode pemeriksaan satu ini terbilang cukup efektif untuk mengetahui apakah benar penyakit yang diderita GERD atau penyakit lain.

Sedangkan untuk penyakit LPR, biasanya dokter akan melakukan prosedur pemeriksaan THT secara menyeluruh. Karena LPR sendiri merupakan penyakit dengan gejala awal yang minim maka cara ini diharapkan dapat efektif mendiagnosis penyakit pasien. 

5. Perbedaan LPR dan GERD dari Prosedur Pengobatan

Pengobatan umum yang pasti direkomendasikan dokter ke pasiennya yakni untuk memperbaiki pola hidupnya. Namun ada prosedur pengobatan spesifik yang akan diberikan terhadap pasien dengan penyakit refluks asam atau LPR.

Untuk penyakit GERD sendiri akan lebih dianjurkan memperhatikan pola makan dan kandungan gizi makanannya. Tidak hanya itu, rekomendasi untuk mengurangi intensitas kegiatan yang memberatkan dan berpotensi mendatangkan stres berlebih.

Sementara untuk penderita LPR akan dirujuk melakukan prosedur pengobatan khusus bergantung pada tingkat parahnya penyakit. Obat khusus seperti H2 blocker untuk secara efektif mengurangi kadar asam lambung biasanya akan diberikan. 

Perbedaan LPR dan GERD bisa ditinjau dari berbagai hal seperti halnya pada pemaparan di atas. Hindari kemungkinan munculnya kedua penyakit ini dengan menerapkan pola hidup sehat serta mengimbangi gizi tubuh yang seimbang.

About the Author

Yunita Isna Fauziyyah

Penulis yang senang berbagi informasi mengenai kesehatan, masalah pencernaan, problem solving, keadaan saat ini, dsb yang bermanfaat bagi masyarakat.

View All Articles