Home » Blog Nutriflakes Sereal Umbi Garut » Defisit Nutrisi: Pengertian, Gejala, hingga Penyakitnya

Defisit nutrisi adalah sebuah keadaan yang harus selalu kita hindari karena bisa menyebabkan penyakit. Mengapa? Sebab, keberadaan nutrisi di dalam tubuh ini sangat berperan penting dalam keberlangsungan hidup.

Nutrisi merupakan zat-zat penting yang tubuh butuhkan dan biasanya bisa kita dapatkan dari mengonsumsi makanan. Tubuh kita ini sangat membutuhkan asupan nutrisi supaya seluruh fungsinya dapat berjalan dengan baik.

Tanpa adanya nutrisi, manusia tidak bisa menjalankan aktivitas rutin setiap harinya. Sebab, sumber tenaga yang ada dalam tubuh ini berasal dari nutrisi-nutrisi ini. Oleh karena itu, nutrisi sangat berperan penting dalam kehidupan kita.

Selain itu, terdapat beberapa fungsi utama nutrisi untuk kesehatan, antara lain:

  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal.
  • Melindungi dan mempertahan kepadatan tulang dan gigi.
  • Memperlambat tanda-tanda penuaan.
  • Sumber energi dan vitalutas untuk hidup manusia.

Oleh karena itu, memenuhi kebutuhan akan nutrisi ini sangatlah penting. Sebab, jika sampai terjadi kekurangan nutrisi atau gizi ini akan sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia. Mengingat peran nutrisi sangat signifikan dalam proses kehidupan.


Nutrisi sehat (sumber: canva)

 

Apa itu Defisit Nutrisi?

Kekurangan nutrisi adalah suatu kondisi di mana asupan nutrisi seseorang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan proses metabolisme. Oleh karena itu, kekurangan nutrisi ini sangat berhubungan dengan kurangnya asupan makanan.

Menurut sumber lainnya, defisit nutrisi adalah gangguan kesehatan yang sangat serius dan terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Padahal, tubuh kita ini sangat membutuhkan nutrisi atau gizi agar dapat menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik.

Sebenarnya kekurangan nutrisi atau malnutrisi ini sebuah keadaan yang terjadi dalam jangka waktu yang panjang. Oleh karenanya, tanda atau gejala dari kekurangan nutrisi ini tidaklah jelas, sehingga banyak orang kurang menyadari keadaan ini.

Kasus kekurangan nutrisi ini sebenarnya banyak terjadi di negara-negara miskin yang pemerintahnya kurang mampu menyokong asupan masyarakatnya.


Rencana nutrisi (sumber: canva)

 

Tanda-tanda Tubuh Kekurangan Nutrisi

Melihat keadaan di atas, jangan sampai kita mengalami kekurangan nutrisi ini. Lalu bagaimana cara menghindarinya jika kita tidak mengetahui gejala ketika tubuh mengalami kurang gizi?

Tenang saja, ternyata masih ada tanda-tanda dari defisit nutrisi yang umum kita ketahui. Berikut adalah gejala saat tubuh mengalami kekurangan nutrisi:

  • Berat badan menurun minimal 10% di bawah rentang ideal.
  • Mudah lelah dan konsentrasi menurun.
  • Rambut yang rontok secara berlebihan.
  • Gusi dan mulut mudah terkena luka dan sariawan.
  • Berkurangnya jaringan lemak dan otot di dalam tubuh.
  • Pembengkakan di beberapa bagian tubuh, seperti kaki, wajah, dan perut.
  • Mudah terserang penyakit karena sistem kekebalan tubuh yang menurun.
  • Menurunnya nafsu makan.
  • Proses penyembuhan luka menjadi lebih lama dari biasanya.
  • Perubahan mood atau suasana hati yang drastis (mood swing).
  • Bagian pipi dan mata menjadi lebih cekung.
  • Kulit menjadi kering dan bersisik.

Jika kita mengalami salah satu dari beberapa tanda di atas, akan lebih baik jika kita segera mengecekkan diri sendiri ke ahli medis atau dokter.


Orang lelah (sumber: canva)

 

Penyakit yang Disebabkan oleh Defisit Nutrisi

Kekurangan nutrisi ternyata tidak hanya menimbulkan tanda-tanda di atas, tetapi juga bisa menyebabkan penyakit berbahaya. Berikut ini beberapa penyakit yang disebabkan oleh defisit nutrisi, adalah:

 

1. Skorbut

Salah satu penyakit akibat kekurangan nutrisi yang pertama adalah skorbut. Penyebab dari skorbut sendiri yaitu tubuh yang kekurangan asupan vitamin C. Di mana vitamin C sangat berperan penting dalam tubuh.

Mulai dari membantu dalam pembentukan kolagen, penyerapan zat beso, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Gejala dari skorbut ini banyak sekali sehigga dapat kita kenali sebelum menjadi penyakit yang lebih berbahaya.

Tanda dari skorbut ini di antaranya: nyeri otot dan sendi, mudah lelah, pembengkakan juga pendarahan pada gusi, menurunnya nafsu makan, munculnya titik merah di kulit, berat badan menurun, dan demam.

 

2. Kwashiorkor

Penyakit akibat dari defisit nutrisi selanjutnya adalah kwashiorkor, yang terjadi karena kekurangan asupan protein. Nutrisi protein sendiri sangat berguna dalam memperbaiki dan membentuk sel dan jaringan tubuh serta mendukung proses penyembuhan luka.

Kwashiorkor sendiri banyak menimpa pada anak-anak dan seringnya terjadi pada negara-negara berkembang. Gejalanya adalah kulit kering dan bersisik, kelelahan, rambut kering, perut buncit, pembengkakan di bawah kulit, sulit menambah berat serta tinggi badan.

Oleh karena itu, jangan sampai lupa untuk mengonsumsi daging susu, ikan, kacang-kacangan, atau makanan sumber protein lainnya.

 

3. Maramus

Penyakit yang disebabkan defisit nutrisi lainnya adalah marasmus. Penyebab gangguan kesehatan ini adalah kurangnya asupan kalori yang berasal dari karbohidrat maupun protein.

Marasmus tidak hanya menimpa anak-anak saja, tetapi juga orang dewasa. Selain itu, marasmus juga dapat menyebabkan kematian jika tidak segera kita tangani. Ciri utama orang yang terkena marasmus adalah tubuh kurus dan tulang yang menonjol di beberapa bagian.

Selain itu, pada kulit bagian lengan, pantat, wajah, dan lengan akan mengendur sehingga akan terlihat seperti orang tua.

 

4. Anemia

Gangguan anemia adalah sebuah keadaan di mana tubuh kekurangan sel darah merah atau dalam dunia medis sering disebut dengan hemoglobin. Oleh karena itu, penyebab utama dari penyakit anemia adalah kekurangan asupan zat besi.

Sebab, zat besi berfungsi dalam memproduksi sel darah merah. Jika jumlah sel darah merah ini sedikit, maka jaringan dan organ tubuh tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup.

Anemia ini biasanya ditandai dengan tubuh lemah serta lesu, kesemutan pada kaki, berkurangnya nafsu makan, kuku rapuh, radang pada lidah, sakit kepala, dan kulit yang pucat. Namun, terdapat beberapa kasus di mana anemia ini tidak menimbulkan gejala sama sekali.


Transfusi darah (sumber: canva)

 

5. Beri-beri

Penyakit akibat defisit nutrisi yang terakhir adalah beri-beri, sebuah penyakit yang sangat populer di kalangan masyarakat. Beri-beri ini terjadi karena tubuh seseorang kekurangan vitamin B1.

Sebuah vitamin yang berfungsi untuk mengatur kinerja otot dan sistem saraf. Terdapat dua jenis penyakit beri-beri, yaitu beri-beri basah dan beri-beri kering.

Beri-beri basah biasanya ditandai dengan sesak napas, denyut jantung meningkat, dan kaki bagian bawah membengkak. Sedangkan beri-beri kering dapat mempengaruhi sistem saraf manusia.

Oleh karena itu, orang akan merasakan kesemutan, susah berjalan, kesulitan bicara, dan fungsi otot kaki yang menurun.

 

Mencegah Defisit Nutrisi

Berdasarkan penjelasan di atas, akibat dari kekurangan nutrisi ini sangatlah berbahaya. Sebab, bisa menyebabkan penyakit yang berbahaya dan mengganggu fungsi-fungsi organ tubuh.

Kita bisa menghindari keadaan di atas dengan mengonsumsi Nutriflakes, sebuah sereal sehat yang kaya akan nutrisi dan manfaat. Sama seperti namanya, Nutriflakes mengandung nutrisi yang lengkap, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, hingga mineral.

Sebab, Nutriflakes menggunakan bahan-bahan alami seperti umbi garut, psyllium husk, kelor, susu etawa, dan gula aren. Sehingga cocok untuk mencukupi kebutuhan tubuh akan nutrisi setiap harinya.

Penuhi nutrisi harian dengan Nutriflakes!

 

About the Author

Yunita Isna Fauziyyah

Penulis yang senang berbagi informasi mengenai kesehatan, masalah pencernaan, problem solving, keadaan saat ini, dsb yang bermanfaat bagi masyarakat.

View All Articles