Home » Blog Nutriflakes Sereal Umbi Garut » Hati-hati! Inilah Dampak Buruk Stres yang Berkepanjangan

Stres merupakan suatu keluhan yang banyak orang pasti pernah merasakannya minimal sekali seumur hidup. Dampak stres bagi kesehatan ternyata sangat signifikan dan bisa saja berbahaya secara keseluruhan.

Mungkin bagi kebanyakan orang stres adalah hal yang biasa terjadi, apalagi bagi kalangan pelajar atau pekerja. Sebab, stres merupakan sebuah respon dari tubuh ketika orang-orang mengalami tekanan.

Selain itu, orang bisa mengalami stres dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Kondisi stres ini juga bisa muncul kapan saja dan berulang kali selama kita masih hidup.

Oleh karena itu, manajemen stres yang baik menjadi salah satu aspek penting atau contoh penerapan gaya hidup yang sehat. Stres yang dirasakan seseorang bisa memberikan pengaruh pada kesehatan tubuh, baik fisik maupun mental.

Namun, sebelum kita membahas mengenai dampak stres lebih jauh, lebih baik kita mengenalnya terlebih dahulu.

mengapa gaya hidup sehat harus dibiasakan sejak kecil
Hidup sehat (sumber: canva)

 

Apa yang Dimaksud dengan Stres?

Stres adalah suatu perubahan pada respon tubuh saat menghadapi tekanan, ancaman, atau situasi tertentu yang membutuhkan pemikiran panjang.

Menurut Kementreian Indonesia, stres merupakan reaksi seseorang, baik fisik atau mental, ketika terdapat perubahan lingkungan dan mengharuskan orang tersebut untuk beradaptasi. Keadaan stres adalah sesuatu yang alami dan penting dalam kehidupan.

Namun, jika stres ini terjadi secara berkepanjangan dan berat, justru dapat merusak kesehatan tubuh kita sendiri. Saat orang menghadapi stres, maka tubuh akan melepaskan beberapa hormon, yaitu adrenalin dan korsitol.

Kedua hormon ini secara tidak langsung akan merangsang meningkatnya tekanan darah dan detak jantung. Selain itu, juga membuat pernapasan menjadi lebih cepat dari biasanya dan menegangnya otot-otot pada tubuh.

Oleh karena itu, mengendalikan stres ini sangat penting bagi seseorang ketika mengalami keadaan tersebut. Berikut adalah ciri-ciri ketika orang mengalami stres:

  • Gejala fisik: seseorang mudah lelah, pusing, nyeri otot, gangguan pencernaan, dan jantung berdebar. Orang juga akan merasakan tubuh gemetar, sulit tidur, kaki dingin, mulut kering, dan sulit menelan makanan.
  • Orang yang stres biasanya memiliki perubahan emosi (mood swing) yang kentara. Sehingga orang akan mudah frustasi, marah, gusar terus-menerus.
  • Ciri-ciri orang stres selanjutnya adalah mudah lupa, selalu berpikiran negatif, dan sulit untuk berkonsentrasi.
  • Tanda-tanda orang yang mengalami stres berat adalah sering gugup, menghindari tanggung jawab, mudah marah, dan mencari pelampiasan dari luar.

Itulah beberapa ciri-ciri orang ketika mengalami stres. Kita harus memiliki cara untuk mengendalikan stres ketika tanda-tanda di atas muncul pada diri kita. Sebab, dampak dari stres ini bisa berbahaya, baik untuk kesehatan fisik atau kesehatan mental.

Apa saja dampak-dampak yang dimaksud ini?


Orang stres (sumber: canva)

 

Dampak Stres bagi Kesehatan Tubuh

Respon tubuh yang biasa kita kenal dengan “fight or flight” atau stres ternyata memberikan dampak buruk untuk kesehatan kita. Dampak ini tidak hanya pada satu bagian tubuh saja, tetapi berbagai bagian tubuh.

Berikut adalah beberapa impak negatif dari keadaan stres bagi kesehatan tubuh:

 

1. Pengaruh Stres pada Sistem Saraf

Respon tubuh terhadap stres, mulai dari pertama kali stres muncul hingga menghilang, merupakan tangggung jawab utama dari sistem saraf. Pada sistem inilah yang memberikan perintah untuk tubuh melepaskan hormon adrenalin dan kortisol.

Saat tubuh melepaskan kedua hormon ini, organ hati akan mengeluarkan banyak glukosa dalam darah sehingga menghasilkan energi tambahan. Hal ini bisa berbahaya jika tubuh tidak bisa menggunakan energi tambahan tersebut.

Sebab, kondisi tersebut bisa menyebabkan diabetes tipe dua

 

2. Dampak Stres pada Sistem Pencernaan

Stres yang berlebihan ternyata bisa membuat otot-otot pada tubuh menegang, khususnya pada bagian perut. Keadaan ini tentu saja dapat memberikan tekanan terhadap organ-organ di perut, khsuusnya pencernaan.

Selain itu, tingkat stres yang tinggi ternyata mengurangi kinerja dari sfingter esofagus, otot cincin yang membatasi lambung dan kerongkongan. Stres juga menambah produksi asam dalam organ lambung.

Ketiga kondisi di atas adalah penjelasan mengenai stres yang bisa menyebabkan gangguan asam lambung naik atau GERD. Selain pada saluran pencernaan atas, stres juga memberikan dampak pada saluran pencernaan bawah.

Adanya stres ini akan berpengaruh terhadap pergerakkan makanan dalam usus. Hal ini meningkatkan risiko dari gangguan pencernaan diare dan sembelit.

penyebab gangguan pada sistem pencernaan
Gangguan asam lambung naik (sumber: canva)

 

3. Sistem Kardiovaskular

Dampak stres berikutnya ada pada sistem kardiovaskular atau yang sering kita kenal sebagai organ sirkulasi darah. Sistem kardiovaskular ini terdiri dari jantung, komponen darah, dan pembuluh darah yang fungsinya mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pelepasan hormon adrenalin dan korsitol akan membuat jantung berdetak lebih cepat.

Selain itu, stres juga akan melebarkan permbuluh darah yang menuju ke otot besar dan jantung. Kondisi ini akan menyebabkan tekanan darah dan volume darah yang beredar meningkat.

Keadaan-keadaan di atas menjadi penyebab meningkatnya risiko hipertensi, serangan jantung, dan stroke.

 

4. Dampak Stres pada Sistem Imun

Tubuh yang melempaskan hormon kortisol atau hormon stres ini ternyata juga berbahaya bagi sistem imun dalam tubuh. Sebab, adanya hormon kortisol dalam tubuh ini akan menghambat pelepasan zat histamin.

Zat tersebut berfungsi untuk merespon peradangan pada tubuh untuk melawan zat-zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Alhasil, orang yang mengalami stres berkepanjangan akan rentan terhadap virus dan mudah terkena penyakit influenza.

Selain itu, juga luka yang ada pada tubuh akan sulit untuk menutup kembali.

 

5. Sistem Reproduksi

Dampak stres selanjutnya ini ada pada sistem reproduksi manusia, baik yang berjenis kelamin laki-laki atau perempuan. Pria yang stres akan memproduksi banyak hormon testoteron sehingga meningkatkan gairah seksual dalam jangka pendek.

Ketika hal tersebut terjadi secara terus-menerus, maka kadar hormon testoteron ini akan menurun. Akibatnya, seseorang akan mengalami disfungsi ereksi dan impotensi.

Sedangkan pada perempuan, stres akan mempengaruhi siklus menstruasi yang normal. Bisa saja seseorang akan mengalami menstruasi dua kali dalam sebulan, atau tidak menstruasi selama berbulan-bulan.

 

6. Dampak Stres pada Sistem Pernapasan

Selain mempengaruhi detak jantung, stres juga membuat napas kita menjadi lebih cepat. Sebab, tubuh harus mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh lebih banyak dan cepat. Kondisi ini tentu akan berbahaya bagi orang-orang yang mengidap asma dan emfisema.


Sistem pernapasan manusia (sumber: canva)

 

Kesimpulan

Itulah beberapa pengaruh stres terhadap kesehatan tubuh yang tidak baik. Oleh karena itu, kondisi stres ini harus kita kelola dengan baik atau lebih baik menghindarinya. Sebab, stres ini sangat berdampak neagtif untuk kesehatan.

Tidak hanya satu sistem saja yang terdampak dari stres ini, hampir seluruh sistem tubuh mengalami perubahan ketika kita mengalami stres. Apalagi stres sangat berbahaya bagi penderita asam lambung, di mana dapat membuat gangguan pencernaan ini kambuh.

Bagi penderita asam lambung lebih baik segera mengonsumsi Nutriflakes ketika tanda-tanda stres ini muncul. Hal ini untuk mencegah agar asam lambung tidak naik dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Demikian ulasan mengenai dampak stres pada kesehatan tubuh, semoga bermanfaat.

Nutriflakes, solusi terbaik mengatasi asam lambung!

 

About the Author

Yunita Isna Fauziyyah

Penulis yang senang berbagi informasi mengenai kesehatan, masalah pencernaan, problem solving, keadaan saat ini, dsb yang bermanfaat bagi masyarakat.

View All Articles