Gula aren yang biasanya banyak dijual di pasaran umum adalah hasil dari proses pembuatan gula aren yang begitu panjang. Lalu bagaimana sih cara membuat gula aren?

Dewasa ini pemanfaatan gula aren sudah masuk dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya penggunaan pada minuman-minuman modern yang banyak dijual di café-café atau stan minuman.


Kemasan gula aren (sumber: canva)

Padahal dekade lalu, gula aren hanya dimanfaatkan pada makanan atau minuman tradisional yang sering dijual oleh pedagang kaki lima. Artinya, popularitas dari gula aren ini semakin tinggi di mata masyarakat, baik dari kalangan manapun.

Kemungkinan besar hal ini dikarenakan gula aren dianggap sebuah pemanis alami yang baik untuk penderita diabetes. Indeks glikemik pada gula berwarna merah ini pun lebih rendah daripada gula-gula pasir yang sering masyarakat umum gunakan.

Selain itu, gula aren juga ternyata memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh karena kandungan yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, gula ini dianggap oleh para ahli sangat aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat, khususnya penderita diabetes.

Salah satu produk olahan gula aren yang unik dan memiliki manfaat untuk kesehatan adalah minuman serbuk Nutriflakes. Sereal umbi garut ini memiliki efek terapi yang berguna untuk mengatasi asam lambung naik.

Nutriflakes menggunakan bahan-bahan alami seperti umbi garut, gula aren, psyllium husk, kelor, dan susu etawa. Sehingga minuman ini tidak menimbulkan efek samping layaknya obat-obatan di luaran sana.

Baca juga: Manfaat Gula Aren yang Sehat untuk Tubuh

Cara Membuat Gula Aren


Proses pembuatan gula aren (sumber: KataData)

Begitu banyak kebaikan yang didapatkan dari mengonsumsi gula aren. Namun, untuk menjadi gula aren ternyata memerlukan proses pembuatan gula aren yang sangat panjang.

Berikut ini adalah cara membuat gula aren yang baik untuk penderita diabetes:

  1. Mengumpulkan cairan nira dari bunga jantan pohon aren dalam sebuah wadah bumbung bambu. Caranya adalah dengan menyadap bunga-bunga jantan yang muncul pada ruas batang yang berada di bagian atas pohon. Nira biasanya disadap sebanyak dua kali sehari, pada pagi dan sore hari.
  2. Akan lebih baik jika ditambahkan laru atau kawao pada bumbung bambu agar nira lebih awet.
  3. Setelah nira terkumpul dengan cukup, proses pembuatan gula aren selanjutnya adalah menyaring cairan nira agar lebih bersih.
  4. Kemudian nira aren dimasak pada sebuah wajan besar setelah nira selesai disaring. Lebih baik proses pembakaran ini menggunakan kayu aren yang sudah tua untuk menambah kualitas gula aren.
  5. Ketika proses perebusan, cairan nira aren ini harus sering diaduk supaya tidak gosong dan memberikan rasa pahit.
  6. Perebusan ini biasanya menghabiskan waktu selama 4 sampai 5 jam. Setelah itu, cairan gula akan mengental dan berubah warna menjadi cokelat.
  7. Setelah dirasa matang dan siap untuk dicetak, masukkan ciran gula ini ke dalam cetakan. Cara melihat bahwa ciran nira siap dicetak adalah dengan cara memasukkan nira ke dalam air dingin. Jika cairan gula langsung membeku artinya cairan nira tersebut sudah siap untuk dicetak.
  8. Setelah dicetak, diamkan gula aren selama satu malam sebelum siap untuk dikemas.

Cara membuat gula aren pun selesai, dan gula berwarna merah siap untuk didistribusikan.

Baca juga: Manfaat Penting Gula Aren untuk Lambung

Kesimpulan Cara Membuat Gula Aren

Proses pembuatan gula aren ini memang membutuhkan waktu yang lama. Selain itu, cairan nira aren yang dimasak pun membutuhkan jumlah yang banyak agar menghasilkan kuantitas gula aren yang cukup.

Baca Juga: Gula Aren Aman untuk Penderita Diaebetes?

Oleh karena itu, sangat jarang gula aren ini dibuat oleh setiap individu atau keluarga dalam satu rumah. Produksi gula aren biasanya dilakukan oleh kelompok dan dalam jumlah yang banyak sekaligus. Alasannya adalah supaya cara dan proses membuat gula aren ini menjadi tidak sia-sia karena jumlah yang dihasilkan tidak sedikit.

About the Author

Yunita Isna Fauziyyah

Penulis yang senang berbagi informasi mengenai kesehatan, masalah pencernaan, problem solving, keadaan saat ini, dsb yang bermanfaat bagi masyarakat.

View All Articles